Jejak Kepulanganku (Part. III)

Ombak menari-nari di hamparan biru selat Sunda. Bergelombang lantaran diamnya diusik oleh kapal feri putih yang kami tumpangi. Membelah tenangnya lautan menjadi gemuruh yang membuat ikan-ikan lari ke dasar. Jauh di pelupuk mata hanyalah warna biru. Luas. Seolah ia adalah ujung dunia yang tak bertepi. Pelabuhan merak semakin menjauh, lalu menghilang. Kapal-kapal besar melintang bak

Jejak Kepulanganku (Part. II)

Dingin. Begitu dingin untuk kulit orang Sumatera sepertiku. Tetesan hujan mengguyuri kota Semarang, mengetuk-ngetuk kaca jendela Bus yang berada tepat di sisi kananku. Senja mulai tenggelam, menanti malam yang telah bersiap-siap mengambil alih menyelimuti dunia.c Seolah-olah pelari estafet terakhir dalam Pekan Olahraga Nasional yang tak sabar untuk menunjukkan kemampuan sprintnya di depan beribu-ribu penonton. Lampu-lampu

Jejak Kepulanganku (Part. I)

Nafasku terengah. Terus berusaha melangkahkan kaki. Terdengar keras sandal hitamku menghentakkan bumi. Berlari menuju sebuah tempat di tepi jalan berdebu. Melewati banyak orang dengan tas-tas besar mereka. Menatap kami dengan aneh. Terkadang beberapa orang menawarkan kami untuk masuk ke dalam bus-bus besar. Tapi kami menolaknya dengan halus. Kami terus berlari mengabaikan rasa lelah dan hawa

Kunci Harta Karun Orang Mukmin

Kebahagiaan layaknya harta karun. Betapa banyak manusia yang menginginkannya. Namun sebanyak itu pula manusia gagal mendapatkannya. Terpendam begitu dalam. Tertimbun kerakusan dan ketamakan dunia. Sebagian manusia mencarinya dengan menumpuk uang di bank, ada juga yang mencarinya dengan mengoleksi barang-barang mewah di rumah-rumah mereka. Tapi benarkah hal itu merupakan salah satu kunci untuk membuka harta karun

Resensi Buku “Imunisasi Syari’at”

Manusia berlomba-lomba mengumpulkan harta, meskipun akhirnya mengorbankan kesehatannya. Namun, semua harta itu rela dikorbankannya demi mendapatkan kesehatan itu kembali. Begitulah sedikit gambaran yang menerangkan betapa berharganya kesehatan dan kesembuhan dari berbagai penyakit itu. Maka tidaklah mengherankan jika di era globalisasi ini, kesehatan menjadi prioritas utama dan harga mati dalam kehidupan manusia. Rumah sakit seolah tidak

Benarkah Allah Berada di Atas Langit? (Bag. II)

Alhamdulillah, pada kesempatan kita kali ini, kita akan membahas perkataan-perkataan ulama dari kalangan sahabat, tabi’in, tabi’ut tabi’in, imam yang empat, dan ulama-ulama setelah mereka, sebagaimana yang telah dijanjikan sebelumnya. Sebelum kita memasuki pembahasan, ada baiknya kita mengetahui bahwa wajib atas kita untuk kembali berpedoman dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah sesuai dengan pemahaman para sahabat dan para

Benarkah Allah Berada di Atas Langit? (Bag. I)

Jika manusia ditanya “dimanakah Allah?”, maka akan terlontar sejuta jawaban dari lisan-lisan mereka yang beranekaragam dengan berbagai versi yang berbeda pula. Jika mereka dimintai dalil atas jawaban tersebut, maka hanya mulut yang terbungkam diam seribu bahasalah yang banyak kita jumpai. Tak dapat dipungkiri, fenomena semacam ini tidaklah asing bagi pembela cahaya kebenaran dan penyebar racun

Kasta Pertemanan

Ambillah sebuah pena dan kertas, lalu berusahalah menulis semua nama teman-temanmu, wahai remaja. Kemudian, bagilah mereka ke dalam beberapa kelompok.; kamu akan mengetahui siapa dari mereka yang bukan teman sejatimu. Ada juga dari mereka teman yang kamu temui tiap harinya, baik di dalam mobil ataupun di dalam bus, yang memberimu salam dan kamupun memberinya salam.

Untaian Nasehat untuk Sang Pemberi Nasehat

Sering kita temui, terutama di masjid yang notabene penghuninya adalah ikhwah remaja yang gemar memakmurkan  masjid, mereka begitu bersemangat mengamalkan sunnah yang begitu asing dalam kacamata masyarakat awam. Bukan “sunnah” yang artinya “jika dilakukan berpahala, jika ditinggalkan tidaklah mengapa”. Jangan salah, sunnah itu memiliki banyak arti yang bervariasi, sehingga tidak bisa kita mendudukratakan semua kata

Kiat Meraih Takwa

Wasiat takwa selalu diperdengarkan dalam khutbah-khutbah Jum’at dan lainnya di setiap penjuru dunia. Bagaikan permata yang telah hilang ditelan kegelapan era globalisasi. Hanya tinggal sebuah nama yang terasingkan. Padahal dengan takwalah akan tercapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Sudah seharusnya jiwa kita berkobar, untuk berusaha mencapai takwa, cita-cita kaum Mukminin.