Fikih Ringkas Kurban Syaikh Albani


Hukum kurban
Kurban hukumnya wajib bagi yang mampu.

Daging Kurban
Larangan memakan daging kurban setelah tiga hari telah di-mansukh (dihapus).
Diwajibkan memakan, menyimpan, dan menyedekahkan daging kurban. Adapun pembagian menjadi sepertiga untuk dimakan pekurban, sepertiga untuk disimpan, dan sepertiga untuk disedekahkan ini tidak ada asal-usulnya. Yang benar pembagian tersebut kembali kepada pekurban.

Tempat Kurban
Hewan kurban disembelih di tempat salat dan inilah sunahnya.

Kriteria Kurban
Satu keluarga cukup satu kurban.
Sapi dan unta boleh untuk tujuh orang.

Wasiat Kurban
Apabila mayit mewasiatkan kurban maka wajib ditunaikan.

Upah Tukang Jagal
Tukang jagal tidak diberi upah dari daging kurban.

Larangan Pekurban
Siapa yang hendak berkurban maka saat masuk hilal bulan Dzulhijjah maka dia tidak boleh memotong rambut dan kukunya sedikit pun sampai dia berkurban. Larangan ini hanya berlaku pada pekurban, bukan seluruh keluarganya. Siapa yang melakukan larangan ini maka dia wajib bertobat dan berkurang pahala kurbannya.

Syarat Hewan Kurban
Hewan kurban tidak boleh memiliki empat aib:
1) Buta yang jelas butanya
2) Sakit yang jelas sakitnya
3) Pincang yang jelas pincangnya
4) Sangat kurus tidak bersumsum

Adab Kurban
Apabila membunuh hendaklah membunuh dengan baik, dan apabila menyembelih hendaklah menyembelih dengan baik. Hendaklah seorang dari kalian menajamkan pisaunya dan menyenangkan hewan sembelihannya.

Diterjemahkan dari kitab:
Al-Mulakhkhash al-Fiqhi min Ulum al-Imam al-Albani
Karya Syaikh Abu Islam Sulaiman Mubarak hafizhahullah

Ditulis oleh: Roni Nuryusmansyah

Prabumulih
Kamis, 23 Mei 2024 / 15 Zulkaidah 1445

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *