Fikih Ringkas Hari Raya

Islam memiliki dua hari raya dalam setahun: hari raya Idulfitri (kembali berbuka) yang jatuh pada tanggal 1 Syawal, pasca bulan Ramadan, dan hari raya Iduladha (kembali berkurban) yang jatuh pada tanggal 10 Zulhijah (hari Nahr/penyembelihan), setelah hari Tarwiyah (8) dan hari Arafah (9), sebelum tiga hari Tasyriq (11-13). Dinamakan id karena ia kembali dan berulang. Adapun hari raya dalam sepekan adalah hari Jumat.

Hukum salat hari raya
Ulama berbeda pendapat mengenai hukum salat hari raya:
[1] Sunnah muakkadah (sunah yang ditekankan); jumhur/mayoritas, seperti mazhab Malik dan Syafi’i.
[2] Fardhu kifayah; mazhab Hanabilah.
[3] Fardhu ‘ain; mazhab Abi Hanifah, ini pendapat Ibnu Taimiyyah dan muridnya Ibnul Qayyim, serta dipilih As-Sa’di, Ibn Baz, dan Ibn Utsaimin, wallahu a’lam.

Dalilnya karena Nabi memerintahkan semua manusia untuk hadir ke lapangan, meskipun wanita yang haid, dan menyuruh wanita yang tidak memiliki kerudung untuk meminjam kerudung saudarinya agar bisa turut hadir, sebagaimana terdapat dalam hadis Ummu Athiyyah. (HR. Bukhari dan Muslim)

Waktu salat hari raya
Jumhur/mayoritas ulama mengatakan bahwa salat hari raya dimulai setelah meningginya matahari seukuran tombak (diperkirakan 10-15 menit setelah terbitnya matahari) sampai tergelincirnya matahari (masuknya waktu Zuhur). Berbeda dengan Syafi’iyyah yang memperbolehkan salat hari raya sejak terbitnya matahari.

Disunahkan untuk mengakhirkan sedikit salat Idulfitri agar manusia memiliki lebih banyak waktu untuk menyalurkan zakat fitri dan disunahkan lebih menyegerakan salat Iduladha agar manusia lekas menyembelih hewan-hewan kurban mereka.

Tempat salat hari raya
Disunahkan salat di tanah lapang atau tempat terbuka lainnya, berdasarkan hadis Abu Said al-Khudri, bahwa Nabi biasa keluar untuk salat Idulfitri dan Iduladha menuju lapangan. (HR. Bukhari dan Muslim)

Diperbolehkan salat di dalam masjid jika ada uzur seperti turunnya hujan, kencangnya angin, sempitnya tempat, dan lain sebagainya. Jika tak ada uzur sebagian memakruhkan. Adapun bagi penduduk Mekah maka yang lebih utama adalah salat di Masjidil Haram. Sebagian ulama juga mengatakan begitu juga di Masjid Nabawi.

Adab menuju salat hari raya

  1. Disunahkan mandi sebelum berangkat salat hari raya
  2. Berhias diri dan mengenakan wewangian (bagi laki-laki) dan mengenakan pakaian terbaik
  3. Makan sebelum berangkat salat Idulfitri (disunahkan kurma dengan bilangan ganjil) dan tidak makan sebelum berangkat salat Iduladha (ada yang mengatakan sunah tak makan ini khusus pekurban)
  4. Bersegera menuju tempat salat dan mendekat ke imam/khatib
  5. Disunahkan berjalan kaki kecuali ada hajat/keperluan (misal tempatnya jauh) dan dalam keadaan tenang dan tidak tergesa-gesa
  6. Bertakbir sejak keluar menuju tempat salat sampai salat. Kaum laki-laki mengeraskan bacaan takbirnya, sedangkan perempuan cukup terdengar untuk dirinya dan yang di sampingnya.
    Lafal takbir: Allaahu akbar, Allaahu akbar (boleh 3 kali), laa ilaaha illallaah, Allaahu akbar, Allaahu akbar, walillaahil hamd.
    Waktu takbir: Untuk hari raya Iduladha mayoritas ulama berpendapat sejak pagi hari Arafah (9 Zulhijah) sampai petang hari Tasyriq terakhir (13 Zulhijah); tidak hanya dikhususkan setelah salat. Adapun untuk hari raya Idulfitri ada yang mengatakan sejak berangkat untuk salat dan ada yang mengatakan sejak malam lebaran, sampai salat Idulfitri.
  7. Keluarnya wanita meskipun tengah haid dan anak-anak kecil menuju tempat salat
  8. Disunahkan tidak membawa senjata kecuali ada keperluan
  9. Disunahkan mendengarkan khutbah sampai selesai
  10. Disunahkan menempuh rute jalan pulang yang berbeda dengan berangkat
  11. Disunahkan salat dua rakaat di rumah sepulang ke rumah

Salat hari raya
Salat hari raya berjumlah dua rakaat Tidak didahului salat qabliyah (diperbolehkan tahiyatul masjid jika di masjid). Tidak pula diakhiri salat ba’diyah (hanya saja disunahkan salat dua rakaat setiba pulang ke rumah). Tidak ada azan dan ikamat, tidak pula ucapan ash-shalatu jami’ah. Salat dilakukan sebelum khutbah.

Di dalam rakaat pertama, bertakbir tujuh kali (selain/setelah takbiratul ihram). Boleh mengangkat tangan di tiap takbir, boleh juga tidak. Tidak terdapat bacaan khusus dari Nabi di sela takbir. Akan tetapi ada atsar dari sahabat seperti Ibnu Mas’ud tentang adanya bacaan berisi pujian dan selawat di sela takbir. Di dalam rakaat kedua, bertakbir lima kali (selain/setelah takbir bangkit dari sujud ke rakaat kedua). Imam mengeraskan/menjaharkan bacaannya dan disunahkan membaca surah Al-A’la dan Al-Ghasyiah, atau Qaf dan al-Qamar.

Khutbah hari raya
Disyariatkan khutbah setelah salat hari raya. Sebagian ulama salaf menukil ijmak bahwa khutbah hari raya sama seperti khutbah salat Jumat: dua kali khutbah. Ada yang berpendapat satu kali khutbah. Disunahkan memilih tema yang universal dan memiliki cakupan yang luas, terutama pembahasan tauhid dan syirik. Hendaknya pula mengkhususkan nasihat untuk kaum wanita.

Mendengar khutbah hukumnya tidak wajib dan bukan merupakan syarat sah salat hari raya, berdasarkan hadis Abdullah bin Saib, bahwa Nabi bersabda, “Siapa yang mau mendengarkan khutbah silakan duduk, dan siapa yang ingin pergi silakan pergi.” (HR. Abu Dawud, Nasa-i, dan Ibnu Majah). Akan tetapi tentu lebih baik menyimaknya.

Jika hari raya jatuh pada hari Jumat maka boleh bagi yang telah menghadiri salat hari raya untuk meninggalkan salat Jumat dan cukup salat Zuhur saja. (HR. Abu Dawud dan Nasa-i). Hanya saja imam tetap menegakkan salat Jumat.

Ucapan selamat hari raya
Diperbolehkan mengucapkan selamat hari raya dengan ucapan taqabbalallahu minna wa minkum (semoga Allah menerima ibadah kita semua) dan selainnya.

Referensi:
– Shahih Fiqh as-Sunnah | Syekh Abu Malik Kamal
– al-Fiqh al-Muyassar | Kumpulan ulama
– al-Wajiz  fi Fiqh as-Sunnah wa al-Kitab al-Aziz | Syekh Abdul Azhim Badawi
– Ahkam al-Idain | Syekh Ali Hasan al-Halabi
– Minhaj al-Muslim | Syekh Abu Bakar Jabir al-Jaza’iri

Palembang
Ahad, 9 Zulhijah 1437 H / 11 September 2016 M | 17:36
Selamat hari raya Iduladha 1437 H
Roni Nuryusmansyah & keluarga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *