52 Kesalahan Haji dan Umrah Menurut Syaikh Albani

Di antara kesalahan saat haji dan umrah menurut Syaikh Muhammad Nashirudin Al-Albani rahimahullah:

  1. Ihram sebelum di miqat
  2. Idhthiba (membuka bahu kanan) saat ihram
  3. Melafalkan niat
  4. Bertalbiyah secara berjamaah dengan satu suara (dikomando)
  5. Sengaja berniat mengunjungi masjid-masjid di Mekah selain Masjidil Haram
  6. Sengaja berniat mendatangi bukit-bukit dan tempat-tempat tertentu di sekitar Mekah, seperti bukit Hira, bukit yang ada di Mina, dan selainnya
  7. Sengaja berniat salat di Masjid Aisyah di Tan’im
  8. Sengaja berniat mendatangi masjid-masjid dan tempat-tempat ziarah di Madinah Nabawiyah selain Masjid Quba
  9. Mengkhususkan hari-hari tertentu untuk menziarahi Baqi dan Syuhada Uhud
  10. Mandi untuk thawaf
  11. Mengangkat kedua tangan saat menyentuh Hajar Aswad sebagaimana mengangkat tangan untuk salat
  12. Berdesak-desakan saat mencium Hajar Aswad
  13. Mendahului imam dengan salam dalam salat untuk mencium Hajar Aswad
  14. Mencium Rukun Yamani
  15. Mencium dua rukun Syam dan Maqam Ibrahim, serta menyentuhnya
  16. Mengusap-usap dinding Ka’bah dan Maqam Ibrahim
  17. Salat dua rakaat setelah sai
  18. Wukuf di padang Arafah hari ke-8 beberapa saat, untuk kehati-hatian khawatir keliru dalam menentukan terlihatnya hilal
  19. Menghidupkan banyak lilin malam Arafah di Mina
  20. Beranjak dari Mina ke Arafah di malam hari
  21. Mandi untuk hari Arafah
  22. Tidak memperbanyak doa di padang Arafah
  23. Imam khutbah di Arafah dengan dua kali khutbah dipisah dengan duduk seperti khutbah Jumat
  24. Salat Zuhur dan Asar sebelum khutbah
  25. Azan untuk salat sebelum selesai khutbah
  26. Salat sunah antara salat Zuhur dan Asar di Arafah
  27. Menentukan doa tertentu dan khusus di Arafah
  28. Beranjak meninggalkan Arafah sebelum matahari terbenam
  29. Mandi untuk bermalam di Muzdalifah
  30. Menghidupkan malamnya (dengan banyak ibadah)
  31. Wukuf di Muzdalifah tanpa bermalam
  32. Mengambil tujuh kerikil untuk dilempar di hari Nahr dari Muzdalifah dan mengambil kerikil lainnya dari lembah Muhassir
  33. Mandi untuk melempar jamrah
  34. Mencuci kerikil-kerikilnya sebelum dilempar
  35. Melempari jamrah dengan sandal atau selainnya
  36. Menyembelih hadyu tamattu di Mekah sebelum hari Nahr
  37. Mulai mencukur dari kiri
  38. Hanya mencukur seperempat rambut kepala
  39. Tidak sai setelah thawaf ifadhah bagi yang tamattu
  40. Jamaah haji menulis nama-nama mereka di tiang-tiang dan dinding-dinding Ka’bah
  41. Membolehkan lewat di hadapan orang yang salat di Masjidil Haram
  42. Keluar dari Mekah untuk umrah sunah
  43. Keluar dari Masjidil Haram setelah thawaf wada dengan berjalan mundur
  44. Mandi untuk masuk Madinah Nabawiyah
  45. Sengaja berniat safar untuk mengunjungi kuburan Nabi
  46. Menitipkan pesan dan salam kepada jamaah haji untuk disampaikan kepada Nabi
  47. Menziarahi kuburan Nabi sebelum dan setelah salat setiap waktu
  48. Menghadap kuburan Nabi dengan khusyuk, doa, dan bertawasul kepada Nabi
  49. Meminta syafaat dari Nabi
  50. Meletakkan tangan di jendela kamar/rumah Nabi untuk tabaruk
  51. Mencium kuburan, atau menyentuhnya dan sesuatu yang bersebelahan dengannya
  52. Sengaja berniat salat menghadap kuburan Nabi

Diterjemahkan secara bebas dari kitab Al-Mulakhkhash Al-Fiqhi min Ulum Al-Imam Al-Albani karya Syaikh Abu Islam Sulaiman Mubarak hafizhahullah

Prabumulih
Sabtu siang, 22 Zulhijah 1445 / 29 Juni 2024
Di akhir bulan haji

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *