Resensi Buku: Ummi, Izinkan Aku Menangis

Ketika mayoritas remaja belasan tahun sepertinya menghabiskan masa mudanya dalam berbagai kenikmatan semu, pemuda asal Lampung ini justru tergerak hatinya untuk mengayunkan jari-jemarinya, menghasilkan sebuah risalah cinta bertabur mutiara hikmah. Ia menggoreskan tinta dengan air mata keprihatinan terhadap fenomena kedurhakaan anak terhadap orangtua yang tengah merajalela. Jeritan tangis di usia senja adalah satu dari sekian sebab yang menjadi alasan pemuda ini menghadiahkan bingkisan nasehat kepada kita semua.

Ummi Izinkan Aku Menangis..
Jika Air Matamu Terjatuh Karena Kedurhakaanku..

Itulah untaian kata yang sengaja penulis pilih sebagai judul buku pertamanya tersebut. Penulis bernama lengkap Muhammad Yusuf ini benar-benar mengajak kita menyelami sejuknya embun bakti terhadap orangtua, mengajak kita untuk meneteskan air mata haru karena luasnya kasih sayang ibunda, mengajarkan kita betapa celakanya kita jika terjatuh dalam kelamnya kedurhakaan, serta mengajarkan kita bagaimana permata akhlak penuh pesona dalam bergaul terhadap mereka.

Buku ini sangat berbeda dari buku-buku lainnya. Penulis yang memiliki hobi corat-coret dan bolak-balik buku ini telah berhasil menggabungkan antara keilmiahan ilmu syar’i dan bahasa jiwa yang mampu melunakkan hati di dalam buku ini. Sehingga pembaca akan menemukan banyak bait-bait puisi cinta kasih yang berasal dari telaga ketulusan menghiasi buku ini. Keromantisan kata-kata tentu tidak akan seimbang jika tidak dikaitkan dengan untaian kisah, karena kisah memiliki peran besar dalam mendidik hati menjadi lembut dengan bulir-bulir hikmah. Oleh karenanya, penulis mengikuti metode al-Qur’an dengan memaparkan beberapa kisah nyata para ulama terdahulu agar pembaca mampu memetik ibrah untuk direalisasikan dalam kehidupannya.

Jika anda mengatakan bahwa buku ini adalah buku yang tak berbobot dan jauh dari standar keilmiahan, maka anda salah. Buku ini tidaklah merujuk melainkan kepada al-Qur’an dan as-Sunnah dengan pemahaman ulama sunnah. Hal itu dapat dilihat dari buku-buku yang penulis jadikan referensi. Terlebih lagi, buku ini mendapat rekomendasi dari Ust. Dr. Arifin Badri, MA hafizhahullah yang telah menulis buku-buku agama dengan judul yang bervariatif. Hal itu dapat pembaca lihat di dalam kata pengantar yang Beliau berikan dalam buku tersebut.

Tidak hanya itu, buku berukuran 20.5 x 14 cm ini juga membahas beberapa permasalahan seputar ikatan antara anak dan keduaorangtuanya, baik dari segi muamalah, fiqih, maupun yang lainnya. Selain itu, cover buku ini didesain oleh Tim Kreatif Darul Ilmi secara apik layaknya sebuah novel cerita, sehingga buku ini terlihat tampil beda dibanding buku-buku agama lain pada umumnya. Cover yang elegan dan dinamis memiliki daya tarik tersendiri serta menjadi nilai tambah pertama yang mampu memikat hati para pembaca.

Setelah mengetahui berbagai macam kelebihan yang dimiliki oleh buku yang diterbitkan oleh Pustaka Darul Ilmi yang telah bermetamorfosis menjadi Darul Ilmi Publishing ini, maka sudah selayaknya seorang muslim, baik tua maupun muda, laki-laki maupun perempuan, untuk memiliki buku ini sebagai panduan baginya meraih surga dengan indahnya kemilau takwa yang tercipta oleh bias-bias cinta kepada orangtua dengan kebaktian yang sejati. Semoga dengan membaca buku ini, bertambahlah bakti kita, kecintaan kita, dan kesedihan kita jika air matanya harus terurai karena kedurhakaan kita. Aamiin..

Judul Buku       : Ummi, Izinkan Aku Menangis.. Jika Air Matamu Terjatuh Karena Kedurhakaanku
Penulis                 : Abu Uyainah as-Sahaby
Tebal                     : viii +  304 halaman
Cetakan               : Pertama, Oktober 2011 M
Penerbit              : Darul Ilmi Publishing

 

12 Dzulqa’dah 1432 H / 11 Oktober 2011 M

Resensator : Roni Nuryusmansyah
Artikel : www.kristalilmu.com

*) Resensi ini dimuat oleh majalah Al-Furqon halaman 66 vol. 123 edisi 9 Th. ke-11, Rabi’ul Akhir 1433 H

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *