[Renungan]: Paradoks Hidup

Ada seuntai senyum dan ada setetes air mata..

Jadi, yakinlah, ketika kau merasakan sesuatu hal yang menyakitkan dan tak mampu kau ungkapkan kecuali dengan isak tangis tertahan, melenguh, maka berbahagialah..

Karena tunggu saja, satu detik lagi, satu menit lagi, atau satu waktu yang tak tentu, senyum di wajahmu akan terbit, bak semburat mentari di pagi hari..

Dan ingatlah, saat kau tersenyum ceria, mendapatkan nikmat tak terkira yang datang tak disangka-sangka, tertawa, gembira, maka waspadalah..

Karena tunggu saja, satu detik lagi, satu menit lagi, atau satu waktu yang tak tentu, kau akan bermuram durja, sedih, perih, terluka, bahkan mungkin kau akan merintikkan rinai air mata..

Ada warna putih dan ada hitam..

Ketika kau merasa hidupmu seperti kanvas putih tanpa noda, tak ada setitik pun warna hitam yang merusak keeksotisannya, maka lihatlah..

Beberapa waktu nanti, akan ada setitik noktah yang akan menghiasi putihnya kanvas itu, dan kau akan mengernyitkan dahi karena ternyata tak hanya satu titik yang muncul..

Dan ketika kau menganggap hidupmu laksana malam, hitam mencekam, tak ada secercah cahaya, tak ada sebersit warna putih yang berkemilau, maka lihatlah..

Beberapa waktu nanti, akan ada sebuah teram temaram cahaya atau titik putih yang akan menghiasinya, membangunkan kembali asa dan mimpi yang hampir mati, bangkit dari  keterpurukan..

Itulah paradoks hidup, kawan..

Cobalah untuk tak sekadar mengerti..

Jember, 11 Juni 2012

Penulis: Roni Nuryusmansyah
Artikel: www.kristalilmu.com

*) Diedit ulang tanggal 6 November 2012

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *