Ramadan, Selamatnya Hati dan Lisan

Ramadan yang penuh berkah adalah sebuah kesempatan emas dan karunia Ilahi, agar hati dan lisan selamat dari segala macam penyakit dan dendam.

Puasa itu sejatinya bukan berarti kita menahan diri dari makan dan minum, namun jiwa kita berbuka dengan rasa iri, dengki, dan benci kepada hamba-hamba Allah, lisan kita berbuka dengan menggunjing, mengadu domba, menipu, berdusta, menghina, dan mencela.

Sungguh, jika demikian, kita tidak memperoleh manfaat apa pun dari puasa kita melainkan rasa lapar dan haus saja. Di dalam sebuah hadis disebutkan,

((رُبَّ صَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ صِيَامِهِ الْجُوعُ وَالْعَطَشُ ، وَرُبَّ قَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ قِيَامِهِ السَّهَرُ))
رواه أحمد من حديث أبي هريرة رضي الله عنه مرفوعاً إلى النبي صلى الله عليه وسلم

“Betapa banyak orang yang berpuasa, yang ia dapatkan dari puasanya hanyalah rasa lapar dan haus saja. Betapa banyak orang yang salat malam, yang ia dapatkan dari salatnya hanyalah lelah karena begadang semata.”
(Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, secara marfuk, sampai kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam)

Maka, maksimalkanlah bulan kebaikan ini untuk memperbaiki jiwa dan lisan kita.

Akhir kata, semoga Allah mempertemukan kita dengan bulan Ramadan, dan mempertemukan kita pula di dalamnya dengan rida-Nya. Amin.

*) Diterjemahkan secara bebas dari tulisan Syekh Abdurrazzaq al-Badr –hafizhahullah– yang berjudul رمضان وسلامة الصدور والألسن dalam website resminya, al-badr.net.

26 Syakban 1435 H / 24 Juni 2014 M
Hari-hari kepergian teman-teman. Hari-hari menyambut bulan bertabur kemuliaan datang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *