Pemanfaatan Hasil Evaluasi Program & Meta Evaluasi

PEMANFAATAN HASIL EVALUASI PROGRAM & META EVALUASI

Dosen Pembimbing:
Dr. Saipul Annur, M.Pd

Disusun oleh:
Roni Nuryusmansyah

Program Pascasarjana Studi Islam
Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
2019

 

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Evaluasi sangat dibutuhkan untuk mengetahui sejauh mana kemampuan peserta didik dalam menguasai materi atau apa yang telah disampaikan oleh pendidik, sejauh mana keberhasilan seorang pendidik dalam menyampaikan materi agar dapat dipahami dengan mudah oleh peserta didik, serta sejauh mana kurikulum yang diterapkan dapat dikatakan berhasil dalam proses pembelajaran tersebut.

Di antara bentuk evaluasi adalah evaluasi program dan meta evaluasi. Karena itu di sini kami akan membahas tentang apa itu evaluasi program, tujuan dan manfaatnya, serta apa yang dimaksud dengan meta evaluasi sehingga kita bisa mengaplikasikannya dalam program pendidikan demi tercapai tujuan pendidikan.

  1. Rumusan Masalah

Adapun masalah yang akan dibahas dalam makalah ini yaitu:

  1. Apa pengertian program?
  2. Apa pengertian evaluasi program?
  3. Apa itu pengertian evaluasi program pendidikan?
  4. Apa manfaat dan tujuan evaluasi program?
  5. Apa yang dimaksud dengan meta evaluasi?

 

PEMBAHASAN

  1. Pengertian Program

Ada dua pengertian untuk istilah “program”, yaitu pengertian secara khusus dan umum.

Menurut pengertian secara umum, “program” dapat diartikan sebagai ”rencana”. Rencana ini mungkin berupa keinginan untuk melanjutkan kependidikan yang lebih tinggi, mencari pekerjaan, membantu orang tua dalam membina usaha, atau mungkin juga belum menentukan program apapun. Pengertian umum lainnya tentang definisi “program” adalah suatu unit atau kesatuan kegiatan. Berdasarkan pengertian itu maka program merupakan sebuah sistem, yaitu rangkaian kegiatan yang dilakukan tidak hanya satu kali tetapi berkesinambungan.[1]

Sedangkan secara khususnya, apabila “program” ini langsung dikaitkan dengan evaluasi program maka program didefinisikan sebagai suatu unit atau kesatuan kegiatan yang merupakan realisasi atau implementasi dari suatu kebijakan, berlangsung dalam proses yang berkesinambungan, dan terjadi dalam suatu organisasi yang melibatkan sekelompok orang.[2]

  1. Pengertian Evaluasi Program

Ada tiga istilah yang digunakan dan perlu disepakati pemakaiannya, sebelum disampaikan uraian lebih jauh tentang evaluasi program, yaitu “evaluasi” (evaluation), “pengukuran” (measurement), dan “penilaian” (assesment).[3]

Evaluasi berasal dari kata evaluation (bahasa Inggris). Kata tersebut diserap ke dalam perbendaharaan istilah bahasa Indonesia dengan tujuan mempertahankan kata aslinya dengan sedikit penyesuaian lafal Indonesia menjadi “evaluasi”. Istilah “penilaian” merupakan kata benda dari “nilai”. Pengertian “pengukuran” mengacu pada kegiatan membandingkan sesuatu hal dengan satuan ukuran tertentu, sehingga sifatnya menjadi kuantitatif.[4]

Evaluasi merupakan proses yang menentukan kondisi di mana sutau tujuan telah dapat dicapai.[5]

Evaluasi program adalah suatu upaya untuk mengetahui sejauh mana tingkat keberhasilan suatu program yang nantinya hasil dari evaluasi ini dapat digunakan oleh pembuat kebijakan (Decision maker) dalam mengambil keputusan apakah program tersebut sudah tepat dan masih pantas untuk dilanjutkan atau masih kurang, sehingga perlu adanya revisi, atau bahkan dihentikan.

  1. Pengertian Evaluasi Program Pendidikan

Evaluasi Program Pendidikan yaitu evaluasi yang menaksir kegiatan pendidikan yang memberikan pelayanan secara berkesinambungan. Dari pendapat ini, dapat diartikan bahwa evaluasi dilakukan untuk menilai suatu kegiatan-kegiatan pendidikan yang berjalan berkesinambungan dan pelaksanaannya tidak terjadi dalam waktu singkat.[6]

  1. Pengertian Penelitian dengan Evaluasi Program

Penelitian adalah suatu penyelidikan atau suatu usaha pengujian yang dilakukan secara teliti, dan kritis dalam mencari fakta-fakta atau prinsip-prinsip dengan menggunakan langkah-langkah tertentu. Dalam mencari fakta-fakta ini diperlukan usaha yang sistematis untuk menemukan jawaban ilmiah terhadap suatu masalah.

Terdapat banyak persamaan antara penelitian dengan evaluasi. Pendekatan, instrumen, dan langkah-langkah yang digunakannya pun bisa sama. Keduanya dimulai dari menentukan sasaran (variable), membuat kisi-kisi, menyusun instrument, mengumpulkan data, analisis data, dan pengambilan kesimpulan. Yang membedakan adalah langkah akhirnya. Jika kesimpulan penelitian diikuti dengan saran maka evaluasi program selalu harus mengarah pada pengambilan keputusan, sehingga harus diakhiri dengan rekomendasi kepada pengambil keputusan.[7]

  1. Ciri-ciri dan Persyaratan Evaluasi Program

Evaluasi program memiliki ciri-ciri dan persyaratan:

  1. Proses kegiatan penelitian tidak menyimpang dari kaidah-kaidah yang berlaku bagi penelitian pada umumnya.
  2. Dalam melaksanakan evaluasi, peneliti harus berpikir secara sistematis yaitu memandang program yang diteliti sebagai sebuah kesatuan yang terdiri dari beberapa komponen atau unsur yang saling berkaitan satu sama lain dalam menunjang kinerja dari objek yang dievaluasi.
  3. Agar dapat mengetahui secar rinci kondisi dari objek yang dievaluasi, perlu adanya identifikasi komponen yang berkedudukan sebagai faktor penentu bagi keberhasilan program.
  4. Menggunakan standar, Kiteria, atau tolak ukur sebagai perbandingan dalam menentukan kondisi nyata dari data yang diperoleh dan untuk mengambil kesimpulan.
  5. Kesimpulan atau hasil penelitian digunakan sebagai masukan atau rekomendasi bagi sebuah kebijakan atau rencana program yang telah ditentukan.
  6. Agar informasi yang diperoleh dapat menggambarkan kondisi nyata secara rinci untuk mengetahui bagian mana dari program yang belum terlaksana, maka perlu ada identifikasi komponen yang dilanjutkan dengan identifikasi subkomponen, sampai pada indikator dari program evaluasi.
  7. Standar, kriteria, atau tolak ukur diterapkan pada indicator, yaitu bagian yang paling kecil dari program agar dapat dengan cermat diketahui letak kelemahan dari proses kegiatan.
  8. Dari hasil penelitian harus dapat disusun sebuah rekomendasi secara rinci dan akurat sehingga dapat ditentukan tindak lanjut secara tepat.[8]
  9. Tujuan Evaluasi Program

Evaluasi program bertujuan untuk menyediakan data dan informasi serta rekomendasi bagi pengambil kebijakan (decision maker) untuk memutuskan apakah akan melanjutkan, memperbaiki atau menghentikan sebuah program.

Ditinjau dari bentuk-bentuk evaluasi, maka evaluasi formatif bertujuan untuk perbaikan dan pengembangan kegiatan yang sedang berjalan, sedang evaluasi sumatif bertujuan untuk pertanggungjawaban, keterangan, seleksi dan lanjutan.

Menurut Stufflebeam yang membagi evaluasi kepada proactive evaluation, yakni melayani pemegang keputusan, sedangkan retroactive evaluation bertujuan untuk keperluan pertanggungjawaban.

Jadi, evaluasi hendaknya bertujuan dalam membantu pengembangan, implementasi, kebutuhan suatu program, perbaikan program, pertanggungjawaban, seleksi, motivasi, menambah pengetahuan dan dukungan dari stakeholders.

Beberapa tujuan evaluasi adalah:[9]

  1. Untuk memperoleh dasar bagi pertimbangan akhir suatu periode kerja, apa yang telah dicapai, apa yang belum dicapai, dan apa yang perlu mendapat perhatian khusus.
  2. Untuk menjamin cara kerja yang efektif dan efisien yang membawa organisasi pada penggunaan sumber daya yang dimiliki secara efesien dan ekonomis.
  3. Untuk memperoleh fakta tentang kesulitan, hambatan, penyimpangan dilihat dari aspek-aspek tertentu.

Keenam tujuan evaluasi adalah sebagai berikut:[10]

  1. Menilai ketercapaian (attainment) tujuan. Ada keterkaitan antara tujuan belajar, metode evaluasi, dan cara belajar siswa. Cara evaluasi biasanya akan menentukan cara belajar siswa, sebaliknya tujuan evaluasi akan menentukan metode evaluasi yang digunakan oleh seorang guru.
  2. Mengukur macam-macam aspek belajar yang bervariasi. Belajar dikategorikan sebagai kognitif, psikomotor, dan afektif. Batasan tersebut umumnya dieksplisitkan sebagai pengetahuan, keterampilan, dan nilai.
  3. Sebagai sarana (means) untuk mengetahui apa yang siswa telah ketahui. Setiap orang masuk kelas dengan membawa pengalamannya masing-masing. Siswa mungkin juga memiliki karakteristik yang bervariasi misalnya dari keluarga ekonomi menengah atau atas, keluarga yang pecah, dan keluarga yang telah memiliki keterampilan khusus.
  4. Memotivasi belajar siswa. Evaluasi juga harus dapat memotivasi belajar siswa. Hasil evaluasi akan menstimulasi tindakan siswa. Rating evaluasi yang baik akan dapat menimbulkan semangat atau dorongan untuk mempertahankan atau meningkatkan yang akhirnya memotivasi belajar siswa secara kontinu.
  5. Menyediakan informasi untuk tujuan bimbingan dan konseling. Informasi diperlukan jika bimbingan dan konseling yang efektif diperlukan, informasi yang berkaitan dengan problem pribadi seperti data kemampuan, kualitas pribadi, adaptasi sosial, kemampuan membaca, dan skor hasil belajar.
  6. Menjadikan hasil evaluasi sebagai dasar perubahan kurikulum. Keterkaitan evaluasi dengan instruksional adalah sangat erat. Hal ini karena evaluasi merupakan salah satu bagian dari instruksional. Di samping itu, antara instruksional dengan kurikulum juga saling berkait seperti instruksional dapat berfungsi sebagai salah satu komponen penting suatu kurikulum.[11]

 

  1. Manfaat Evaluasi Program

Dalam organisasi pendidikan, evaluasi program dapat disamaartikan dengan kegiatan supervisi. Secara singkat, supervisi diartikan sebagai upaya mengadakan peninjauan untuk memberikan pembinaan maka evaluasi program adalah langkah awal dalam supervisi, yaitu mengumpulkan data yang tepat agar dapat dilanjutkan dengan pemberian pembinaan yang tepat pula.[12]

Jika supervisi di lembaga pendidikan dilakukan dengan objek buku-buku dan pekerjaan clerical work maka evaluasi program dilakukan dengan objek lembaga pendidikan secara keseluruhan. Kebijakan supervisi yang berlangsung saat ini dapat dikatakan sama dengan evaluasi program, tetapi sasarannya ditekankan pada kegiatan pembelajaran.

Berdasarkan pengertian tadi, supervisi sekolah yang diartikan sebagai evaluasi program, dapat disamaartikan dengan validasi lembaga dan akreditasi. Evaluasi program merupakan langkah awal dari proses akreditasi dan validasi lembaga. Evaluasi program pendidikan tidak lain adalah supervisi pendidikan dalam pengertian khusus, tertuju pada lembaga secara keseluruhan.[13]

Kegiatan evaluasi sangat berguna bagi pengambilan keputusan dan kebijakan lanjutan dari program, karena dari masukan hasil evaluasi program itulah para pengambil keputusan akan menentukan tidak lanjut dari program yang sedang atau telah dilaksanakan. Wujud dari basil evaluasi adalah sebuah rekomendasi dari evaluator untuk pengambil keputusan (decision maker).[14]

Ada empat kemungkinan kebijakan yang dapat dilakukan berdasarkan hasil dalam pelaksanaan sebuah program keputusan, yaitu:

  1. Menghentikan program, karena dipandang program tersebut tidak ada manfaatnya, atau tidak dapat terlaksana sebagaimana diharapkan.
  2. Merevisi program, karena ada bagian-bagian yang kurang sesuai dengan harapan (terdapat kesalahan tapi hanya sedikit).
  3. Melanjutkan program, karena pelaksanaan program menunjukan bahwa segala sesuatu sudah berjalan sesuai dengan harapan dan memberikan hasil yang bermanfaat.
  4. Menyebarluaskan program, karena program tersebut berhasil dengan baik maka sangat baik jika dilaksanakan lagi di tempat dan waktu yang lain.[15]

 

  1. Evaluasi Meta

Evaluasi meta adalah mengevaluasi suatu evaluasi, yang dapat dilakukan bersama kegiatan evaluasi biasa atau rutin untuk perbaikan sehingga evaluasi akan bertambah baik. Evaluasi meta dapat dilakukan ketika sedang mengevaluasi atau sesudah evaluasi selesai, dilakukan untuk mengetahui apa yang telah dilakukan.[16]

Evaluasi meta dilakukan berdasarkan pengetahuan bahwa evaluasi merupakan pelajaran pengalaman bagi mereka yang terlibat, sehingga evaluasi dapat dikembangkan selagi dalam proses, dan evaluasi berikutnya dapat lebih berhasil. Evaluasi meta dapat digunakan untuk berbagai macam keperluan. Evaluasi meta eksternal yaitu evaluasi yang dilakukan konsultan dari luar program, dapat dipakai untuk melihat kebenaran dan menilai desain evaluasi, melihat keprogresan program, serta untuk lebih meyakinkan dan lebih dapat dipercaya. Laporan evaluasi meta internal, misalnya apabila disertai dengan laporan evaluasi meta eksternal akan manjadi lebih dipercaya. Memakai evaluator eksternal juga dapat memberikan dasar yang kuat untuk merevisi desain evaluasi dan merevisi pekerjaan yang sedang dilakukan atau melaporkan evaluasi. Apabila evaluasi sudah selesai, evaluasi ini dapat menolong Anda menentukan sejauhmana kebenaran hasil evaluasi tersebut.[17]

Prosedur meta evaluasi internal tidak terlalu formal, dapat dipakai untuk merevisi suatu evaluasi dan juga dapat menolong Anda untuk terus dapat mengikuti kegiatan proses evaluasi (keep track). Usaha evaluasi meta juga dapat membuat Anda terus terlibat dan bertanggung jawab, dan akan menambah kepercayaan atas evaluasi. Evaluasi meta dilakukan apabila Anda ingin mengamati dan meneliti desain dan fungsi evaluasi Anda. Evaluasi meta dapat dilakukan kapan saja, mulai dari ketika evaluasi dalam tahap perencanaan, ketika evaluasi dalam proses, dan bahkan pada saat evaluasi sudah selesai dilakukan.

Seorang evaluator evaluasi meta harus memiliki kompetensi yang tinggi dalam melakukan evaluasi, ia tidak hanya harus kompeten dalam melakukan evaluasi yang pokok, ia juga harus dapat mengetahui bahwa evaluasi itu jelek atau baik dan meyakinkan kepada orang lain akan hasil evaluasinya.

Brinkerhoff & Cs (1983) mengatakan bahwa evaluator meta eksternal biasanya lebih banyak dipilih daripada yang internal, karena orang luar mungkin dianggap lebih obyektif dan lebih terpercaya. Hal ini penting apabila Anda memikirkan reaksi orang-orang luar atas evaluasi Anda. Apabila evaluasi meta hanya untuk orang-orang dalam, maka evaluasi eksternal (dari kantor lain, orang dari bagian lain yang tidak ada hubungan langsung dengan proyek yang digarap, tetapi tetap dari departemen atau organisasi yang sama) dapat juga merupakan kesempatan yang baik untuk memperoleh pandangan yang segar.

Menurut Worthen, Blain R & James R. Sanders (1987), orang-orang yang patut melakukan evaluasi meta yaitu:

  1. Evaluasi meta dilakukan oleh evaluator sendiri (original evaluator).
  2. Evaluasi meta dilakukan oleh pemakai evaluasi.
  3. Evaluasi meta dilakukan oleh evaluator ahli[18]

 

PENUTUP

 

  1. Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan, dapat disimpulkan, bahwa evaluasi program adalah suatu upaya untuk mengetahui sejauh mana tingkat keberhasilan suatu program yang nantinya hasil dari evaluasi ini dapat digunakan oleh pembuat kebijakan dalam mengambil keputusan apakah program tersebut sudah tepat dan masih pantas untuk dilanjutkan atau masih kurang, sehingga perlu adanya revisi, atau bahkan dihentikan.

Ada empat kemungkinan kebijakan yang dapat dilakukan berdasarkan hasil dalam pelaksanaan sebuah program keputusan, yaitu:

  1. Menghentikan program, karena dipandang program tersebut tidak ada manfaatnya, atau tidak dapat terlaksana sebagaimana diharapkan.
  2. Merevisi program, karena ada bagian-bagian yang kurang sesuai dengan harapan (terdapat kesalahan tapi hanya sedikit).
  3. Melanjutkan program, karena pelaksanaan program menunjukan bahwa segala sesuatu sudah berjalan sesuai dengan harapan dan memberikan hasil yang bermanfaat.
  4. Menyebarluaskan program, karena program tersebut berhasil dengan baik maka sangat baik jika dilaksanakan lagi di tempat dan waktu yang lain

Adapun evaluasi meta itu adalah mengevaluasi suatu evaluasi, yang dapat dilakukan bersama kegiatan evaluasi biasa atau rutin untuk perbaikan sehingga evaluasi akan bertambah baik. Evaluasi meta dapat dilakukan ketika sedang mengevaluasi atau sesudah evaluasi selesai, dilakukan untuk mengetahui apa yang telah dilakukan

 

  1. Saran

Untuk dapat melaksanakan program maka sangat diperlukan adanya evaluasi program untuk meninjau keberhasilan dan pencapaian.

 

 

[1] Suharsimi Arikunto, Evaluasi Program Pendidikan (Jakarta: Bumi Aksara, 2009), hlm. 3

[2] Ibid

[3] Ulfia Rahmi, Konsep Evaluasi Program, 2012, hlm. 4

[4] Suharsimi Arikunto, Evaluasi Program Pendidikan (Jakarta: Bumi Aksara, 2009), hlm. 3

[5] Sukardi, Evaluasi Pendidikan Prinsip & Operasioanlnya (Jakarta, Bumi Aksara: 2011), hlm. 1

[6] Anggun Sulistyaningsih, Konsep Evaluasi Program, 2013, hlm. 4

[7] Ibid, hlm. 8

[8] Ibid, hlm. 9

[9] Ibid, hlm. 11

[10] Sukardi, Evaluasi Pendidikan “Prinsip dan Operasionalnya” (Jakarta: Bumi Aksara, 2011), hlm. 9-10

[11] Sukardi, Evaluasi Pendidikan “Prinsip dan Operasioanlnya” (Jakarta: Bumi Aksara, 2011), hlm. 9-10

[12] Ulfia Rahmi, Konsep Evaluasi Program, 2012, hlm. 7

[13] Ibid

[14] Ibid, hlm. 8

[15] Suharsimi Arikunto, Evaluasi Program Pendidikan (Jakarta: Bumi Aksara, 2009), hlm. 22

[16] Asep Sutisna Sanjaya, Evaluasi Meta, 2012, Jurnal Uhamka, hlm. 3

[17] Yusuf Farida, Evaluasi Meta, 2000, Jakarta: PT Rineka Cipta, hlm. 27

[18] Ibid, hlm. 28-29

Comments

  1. By Bang jally

    Reply

  2. By Sahrizal

    Reply

  3. By Olan

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *