Menikah Sambil Menuntut Ilmu?

Apakah saya menikah sambil menuntut ilmu?

Jawaban:
Istri ibarat tempat tinggal yang telah Allah siapkan untuk seorang laki-laki menetap di dalamnya.

Allah Ta’ala berfirman, “Dan di antara tanda-tanda kebesaran-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untuk kalian dari jenis kalian sendiri, agar kalian merasa tenteram kepadanya (tinggal bersamanya), dan Dia menjadikan di antara kalian rasa cinta, kasih, dan sayang. Sungguh, di dalam hal itu betul-betul terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi kaum yang berpikir.” (QS. Ar-Rum: 21)

Allah Ta’ala menyebutkan dalam ayat di atas bahwa istri adalah kediaman tempat tinggal.

Dia juga menyifati istri sebagai pakaian, “Dihalalkan bagi kalian pada malam puasa Ramadan bergaul dengan istri kalian. Mereka adalah pakaian bagi kalian dan kalian adalah pakaian bagi mereka.” (QS. Al-Baqarah: 187)

Lantas, manakah yang lebih utama: seorang pemuda yang memiliki pakaian yang dapat menyelimutinya dan tempat tinggal yang ia dapat beristirahat di dalamnya, atau… seorang pemuda yang tetap telanjang tak berpakaian, seorang diri, serta tiada tempat tinggal?!

Bagi seorang pemuda, pernikahan itu lebih menghimpun kekuatan dan pikiran, lebih menghadirkan kejantanan, dan lebih kukuh dan berpengaruh di dalam masyarakat. Istri ialah penolong untuk menuntut ilmu dan pendamping dalam menjalani lelahnya kehidupan.

Maka, janganlah ragu, janganlah bimbang, wahai pemuda, untuk bertekad masuk ke dalam gerbang pernikahan, dalam keadaan optimis akan mampu berbahagia.

*) Diterjemahkan secara bebas dari kitabآ Khuthuwat ila as-Sa’adah, karya Syekh Dr. Abdul Muhsin bin Muhammad al-Qasim, eks khatib dan imam masjid Nabawi, hal. 52.

Palembang,
Di sebuah malamآ yang melelahkan.
(12 Februari 2015)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *