Mengapa Saya Menulis? (2)

Pada artikel sebelumnya, kita telah menyaksikan bersama beberapa manfaat yang luar biasa dari menulis. Menulis adalah tradisi para ulama. Dengan menulis, kita bisa semakin pintar, kaya, dan sehat. Nah, apalagi manfaat dari menulis yang menjadi alasan seseorang untuk menulis? Apa saja komentar teman-teman sesama penulis tentang alasan mereka mengapa memilih menjadi seorang penulis? Simak jawabannya di sini.

MENULIS, JALAN MENUJU KEDEWASAAN
Tidak salah jika seseorang mengatakan bahwa menulis adalah suatu metode untuk membenahi diri. Karena dengan menulis, seseorang mampu mengutarakan keinginannya, paradigma, keyakinan, dan pesan moral bagi dirinya juga bagi orang lain. Sehingga orang lain mampu membaca dan memahami gagasan dan keinginan si penulis. Karena ketika seorang berpikir, orang lain tentu tidak mengetahui apa yang dia pikirkan. Alangkah sangat mengharukan, jika kita dapat menyuarakan aspirasi kita sehingga orang lain tergugah untuk berubah ke arah yang lebih baik. Dengan menulis pula, seorang yang suka minder mampu berevolusi menjadi penuh percaya diri. Karena dengannya, seseorang mampu membongkar hambatan-hambatan penyampaian ide yang muncul jika bersemuka. Lagipula, menulis lebih mengedepankan logika dibandingkan dengan debat lisan yang terkadang menyertakan sisi emosional.

Saya tak habis pikir, jika ada seorang menulis buku tentang kiat semangat belajar justru menjadi semakin malas dalam belajar. Walau tak menutupi kemungkinan hal itu ada, tapi hal itu sangatlah aneh dan amat disayangkan. Karena sejatinya, sebuah karya tulis terlebih dahulu memotivasi si penulis itu sendiri untuk komitmen terhadap apa yang dia tulis sebelum orang lain. Menulis juga merupakan kegiatan untuk mengoptimalkan otak kanan. Otak kanan ini berfungsi untuk hal-hal nonlogical, semacam mempertajam perasaan, menumbuhkan rasa empati, meningkatkan sensitivitas, kreativitas, dan lain sebagainya. Berbicara tentang kreativitas, menulis juga mampu mendorong si penulis untuk terus menggali lebih dalam bagaimana cara menulis yang baik, penyampaian yang sistematis, dan gaya penulisan yang menarik.

Bahkan sah-sah saja jika seseorang menyatakan bahwa menulis adalah suatu cara untuk menemukan jalan hidup. Buktinya, Harvard Business School pernah melakukan penelitian tentang hubungan antara memiliki cita-cita dan menuangkannya dalam bentuk tulisan, dengan pencapaian cita-cita tersebut. Hasilnya, 84% dari jumlah responden ternyata tidak punya cita-cita, 13% memiliki cita-cita tapi tidak menuliskannya, dan hanya 3% saja yang memiliki cita-cita dan menuliskannya. Setelah jangka waktu satu tahun, perkembangan seluruh responden itu dicek kembali. Ternyata, 13% orang yang punya cita-cita tapi tidak menuliskannya memiliki penghasilan 2 kali lipat dibandingkan 84% orang yang tidak punya cita-cita. Dan 3% orang yang punya cita-cita dan menuliskannya, memiliki penghasilan 10 kali lipat dibandingkan 97% orang sisanya. Luar biasa, bukan?

APA KATA MEREKA?
Saya akan cantumkan beberapa komentar teman-teman sesama penulis di salah satu grup facebook: Belajar Menulis GRATIS bersama Writers Academy, tentang alasan mengapa mereka menulis..

  • Herman Brawijaya: Menulis bisa menghilangkn rasa penat… skaligus ajang curhat…
  • Salim Yahya Al-Attas: mengabadikan pemikiran… (tapi tetap terbuka terhadap dialektika pemikiran)
  • Ayo Menulis Buku: sebuah misi “amar maruf”
  • Amz Cse: Y ko saya..kebutulan lagi pacaran ma laptop…y nama.a aja pacaran ya kerja.a ngbrol aja ma dia untuk enjoy..heheheeeeeeee…
  • Alfian Sinmanjuntak Partenggen Nasojora: Karena aku suka membaca.
  • Agie Vadhillah Putri: menulis membuat tenang
  • Puan Harahap: Panggilan jiwa kali mba,cos dulu waktu kecil dibelikan buku dah terkagum2 dan bertanya2 kok bisa jadi buku?pengen banget cerita terus dimasukkin ke buku…
  • Ibrahim Alhanif: Karna dengan menulis saya bisa mengekspresikan pemikiran saya dan mengukir diri dalam tinta sejarah… Meski tulisan saya hanya dibaca sendiri…
  • Irma Suryani: menulis dapat melukiskan suasana hati, sehingga pikiran pun lebih menang, selain goresan pena yang saya coretkan akan berbekas dibenak sang pembaca. dan alangkah mengenangkan dapat membagi pengetahuan dalam beberapa tulis-tulis.
  • Swastikha Maulidya Mulyana: buat saya menulis itu seperti melepaskan stress, dan bisa jadi penyembuhan
  • Yusran Yauma: bagi saya, menulis adalah sebuah harapan yang akan membuka ‘wacana’ baru yang ingin merubah masyarakat yang sedikit ‘terbelakang’ menjadi maju dengan tulisan-tulisan yang Insya Allah menggugah kesadaran dari para pembaca sekalian. doa’kan agar semuanya dapat terwujud. karena, bagiq sedih melihat bangsa kita yang kaya akan segala-galanya, namun pada kenyataannya kita kalah dari bangsa-bangsa mana pu di dunia ini. miris melihat bangsa ini. salam sukses…..
  • Muhammad Irata: Menulis adalah sebuah kebutuhan, sama seperti kebutuhan berbicara, kebutuhan berfikir, kebutuhan merasa, dan kebutuhan lainnya yang tak bisa dipisahkan dari hidup kita.. dari seorang balita dia bisa menulis meski hanya gambar yang berantakan di sebuah kertas, namun itu adalah kreasi yang ada dikepalanya.. sampai orang yang meninggal pun harus butuh menulis untuk warisan yang ia tinggalkan,hehe. dan bagi sebagian orang menulis adalah ladang amal dan ladang mencari nafkah…
  • Ganius Nieea: kadang aku hanya menuliskan mimpi buruk ataw sedih dan lewat menulis aku bisa secara bertahap tahu apa yang menyebabkan aq bermimpi buruk, lamalama aku tahu bahwa aku mimpi buruk karena ini karena itu… jadi seperti obat untuk diriku sendiri….
  • Yessi Anggraini Bt Muyardi: sebelumnya saya tidak pernah menulis, tapi setelah saya full jadi ibu rumah tangga, saya menjadikan menulis untuk mengisi waktu.
  • Taruli Viona Margaretha Aruan: karena menulis salah satu alat untuk menghilangkan kejenuhan dan stress… dan salah satu sejarah untuk masa depan.
  • Sigit Santoso Putra: menulis itu membantu saya bsa menyampaikan pendapat saya pada dunia ,,sehingga dunia tahu apa yang saya pikirkan.
  • Anes Del Piero: Ada tiga alasan mengapa saya menulis! Pertama, saya senang membaca; maka saya ingin juga bisa membagikan ‘isi kepala’ saya kepada orang lain. Kedua, suatu kebanggaan pribadi bilamana nama saya tercantum pada sebuah buku; sebagai penulis. Tentu akan lebih membanggakan lagi bila buku tersebut disukai banyak orang (best seller). Alasan saya yang ketiga adalah materi! Seperti kata pepatah: “Sekali dayung, dua-tiga pulau terlewati.” Tidak ada salahnya memanfaatkan hobi kita untuk menghasilkan rupiah..
  • Marwah Tiffani Syahri: menulis itu..bukan hanya jalan hidup/ menulis hidup itu sendiri/ saat kita bisa membuat orang tertawa,menangis, tersenyum./ saat kita bisa menuangkan emosi ke dalam kata/ membuatnya menyatu dalam paragraph, kalimat dan nama/ saat itu pikiran kita merdeka/ 😀
  • Anne Susilawati: bagiku, menulis itu ajang belajar menyampaikan apa yang ada dalam pikiran kita secara “bebas” atau berkesempatan menuangkan kebebasan berfikir kdlm tulisan, entah itu berupa pengalaman pribadi/ orang lain, yang bisa kita baca, kita dengar dan kita lihat, atau dari lingkungan sekitar
  • Lejar Pribadi: saya tidak punya bekal orasi yang bagus, maka alasan saya menulis adalah 1. saya bisa mengungkapkan semua pendapat saya dalam tulisan. 2. dg tulisan saya bisa memberikan penelaahan yang mendalam, tidak seperti orasi yg pada waktu yg sempit harus memberikan jawaban yang diinginkan. sy bisa memilih dan memilah kata dan kalimat sehingga pendapat sy bisa tertata dg baik, tanpa tercampur dg emosi (kalau orasi, kita tidak punya waktu banyak untuk mengndapkan emosi) 3. dg tulisan, apapun pendapat saya bisa ter”sejarahkan”. orang lain pada waktu yg lain bisa menelaah tulisan2 sy kembali. pendapat sy lebih otentik dibanding jika sy orasi
  • M Rizki Saleh: menulis salah satu media curhat yang nggak bakal “berkhianat”. ngerti kan maksudnya?? hehehe “D
  • Ari Syafrianto: sebab dengan adanya tulisan, lebih membuat beban hidup terasa ringan, meskipun secara umpan baliknya kagak ada, namun dengan adanya sebuah tulisan setidaknya menjadi titik pencerahan bahkan lebih dari itu bisa menjadi motivasi dan inspirasi menuju perubahan besar (positif)…..
  • Ridwan Blaugrana: Menulis, dapat menjahit momen-realitas yang kecil untuk menjadi hal2 yang besar..
  • Yusrini Daramita Elvia: menulis…untuk mencurahkan isi hati dan pikiran yang kadang tak bisa diwujudkan dalam kehidupan nyata…berbagi tawa ceria dengan tulisan

Setelah kita membaca artikel ini, maka tak ada alasan lagi bagi kita untuk menyangsikan kebenaran perkataan bahwa menulis itu sangat amat penting. Karena banyak pakar yang telah melakukan penelitian mengenai hal ini menyanggah pendapat sebagian orang bahwa menulis itu hanyalah sekedar alat komunikasi. Setidaknya dengan mengetahui manfaat luar biasa dari menulis, kita semakin termotivasi untuk meraih semua manfaat-manfaat tersebut sehingga kita keranjingan untuk terus, terus, dan terus menulis. Sungguh merugilah Anda jika hanya duduk diam menyaksikan orang lain berlomba-lomba meraih manfaat yang luar biasa dari menulis. Ayo, menulis!

22 Dzulhijjah 1432 H / 18 November 2011 M
Ketika gerimis menjamah pepohonan tua
Terbuai alunan alam dari tetesan hujan

Penulis : Roni Nuryusmansyah
Artikel   : kristalilmu.com

Referensi:

  • Cara Dahsyat Menjadi Penulis Hebat, oleh Jonru, Indie Publishing, Depok, 2011
  • Kitab Writerpreneur, oleh Sofie Beatrix, Gramedia, Jakarta, 2011
  • Agar Menulis Seenteng Bicara, oleh Satria Nova, Lukita, Yogyakarta, 2011
  • Cara Kreatif Menjadi Penulis Produktif, oleh Dwi Suwiknyo, Trust Media Publishing, Yogyakarta, 2011
  • Menulis Tanpa Rasa Takut, oleh St. Kartono, Kanikius, Yogyakarta, 2011
  • 7 Hari Mahir Menulis Buku, oleh M. Mufti Mubarok, Mumtaz Media, 2011
  • Menerbitkan Buku Itu Gampang, oleh Jonru, Tiga Serangkai, Solo, 2009
  • Agar Menulis-Mengarang Bisa Gampang, oleh Andrias Harefa, Gramedia, Jakarta, 2002
  • Makalah Kiat Dakwah dengan Tulisan, oleh Dr. Muhammad Nur Ihsan, MA, STDI Imam Syafi’i, Jember, 2011
  • Makalah Menulis Artikel di Media Massa, oleh Hari Setiawan (Wartawan RADAR Jember), STDI Imam Syafi’i, Jember, 2011

Comments

  1. By Herman

    Reply

    • By Roni Nuryusmansyah -admin-

      Reply

  2. Reply

    • By Roni Nuryusmansyah -admin-

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *