Marah? Ogah, Ah!

M.A.R.A.H,,

Lima huruf berupa batu hitam panas berapi yang dilemparkan setan ke dalam hati anak Adam ‘alaihis salam..

Sehingga darahnya mengalir deras..

If he was strong, mampu mengendalikan dirinya, maka api tersebut akan padam..

But if he was weak, maka api tersebutlah yang akan menguasainya sehingga dia bertindak dengan tindakan yang akan dia sesali setelahnya..

Why??

Because, bisa jadi rasa marah itu mengakibatkan kerusakan-kerusakan dahsyat di muka bumi ini..

Ce ileh, segitunya..

Bener! Betapa banyak seorang mencerca keluarganya, teman-temannya dan dirinya sendiri, bahkan sampai menceraikan istrinya the loved!!

Lebih parah lagi, sampai melakukan perbuatan tercela, menanam kedengkian dan kebencian di hati, dan terlontar dari lisannya yang kecil perkataan kufur!!

Na’udzuubillaahi min dzaalika, friends..

Pernah suatu ketika ada seorang lelaki datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam seraya berkata: Berilah wasiat kepadaku. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Janganlah kamu marah!” beliau mengulanginya berkali-kali dengan berkata: “Janganlah kamu marah!” (HR. Bukhari)

Bener-bener nggak salah, kalo teladan kita, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:

“Bukanlah orang yang kuat itu orang yang selalu menang dalam bergulat. Sesungguhnya orang yang kuat adalah orang yang mampu menguasai dirinya ketika marah.” (HR. Bukhari-Muslim)

Bahkan suatu ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melewati suatu kaum yang bergelimpangan, Beliau bertanya: “Apa ini?” Sahabat pun menjawab: “Si fulan tidaklah berkelahi dengan seseorang melainkan dia pasti menjatuhkannya.” Beliau pun bersabda, “Maukah kalian aku tunjukkan seseorang yang lebih dahsyat daripada dia? Dia adalah seorang yang dicaci oleh orang lain, namun dia mampu menahan emosinya, sehingga dia pun mengalahkannya, mengalahkan setannya, dan mengalahkan setan temannya (si pengejek).” (HR. Al-Bazzar)

Keren, bukan??

Tapi, aku kan tipe pemarah, sukanya marah-marah, dan lain sebagainya..

Tenang, kita punya solusinya kok,

Jangan khawatir, semua telah dijelaskan oleh Nabi kita,,

Pernah suatu ketika ada dua lelaki yang saling mencela di dekat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ketika itu para sahabat sedang duduk. Salah satu dari mereka mencela temannya dalam keadaan marah memerah wajahnya. Maka Rasullulah shallallahu’alaihiwasallam bersabda: “Sesungguhnya aku benar-benar mengetahui suatu kalimat yang apabila dia mengucapkannya, maka amarahnya akan hilang. Jika saja dia mengucapkan: “A’uudzubillaahi minasy syaithoonir rojiim.” (HR. Bukhari-Muslim)

Masih belum bisa??

Wudhu’, karena dapat memadamkan api amarah yang dilemparkan setan..

Kalo masih belum bisa, ubahlah posisi kita sebagaimana perintah Nabi kita..

Caranya??

Kalo sedang berdiri, duduklah..

Kalo sedang duduk, berbaringlah..

Karena menurut dokter sih, dengan mengubah posisi itu, kita setidaknya bisa sedikit menormalkan aliran darah dan detak jantung kita..

Oh ia, jadi teringat perkataan DR. Ustadz ‘Ali Muesri, M.A, rektor STDI Imam Syafi’i: kalo berdiri, dia bisa leluasa memukul bahkan menendang apapun, tapi kalo dia sedang duduk, jangkauan sasaran kemarahannya jadi sempit, dia hanya bisa memukul dan menendang apa yang di dekatnya, bahkan kalo sedang berbaring, maka dia tidak bisa berbuat seperti dalam keadaan ketika berdiri dan duduk.

Kalo udah kayak gitu, insya Allah, marah pun hilang..

Jadi, setelah membaca ini, kita katakan:

“NGGAK ADA ALASAN UNTUK MARAH-MARAH LAGI..!!”

Setuju??????????????

 

 

 

 

 

Jum’at, 26 Maret 2010 M

Asrama Kampus STDI Imam Syafi’I, Jember

Seorang Penuntut Ilmu

Abu Ahnaf Roni Nuryusmansyah al-Falimbany

Comments

  1. By choirul

    Reply

  2. Reply

    • By Roni Nuryusmansyah -admin-

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *