Makna Kalimat ‘La Yanbaghi’ di Dalam Alquran

Di dalam membaca kitab-kitab para ulama, kerap kali kita menemukan kalimat لا ينبغي “la yanbaghi” yang bermakna tidak semestinya, tidak seyogyanya, tidak sepatutnya, atau makna-makna yang serupa. Akan tetapi bagaimana makna kalimat tersebut di dalam Alquran?

Syekh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata saat menafsirkan ayat ke-40 dari surat Yasin, “Apabila terdapat kalimat ‘la yanbaghi’ di dalam Alquran maka maknanya adalah sangat tidak mungkin atau mustahil.”[1]

Kita bisa mengambil faedah dalam ilmu tafsir tentang hal ini, yakni ketika menemui kalimat la yanbaghi di dalam Alquran, berarti itu menunjukkan suatu hal yang mustahil, sebagaimana di dalam ayat tersebut yang artinya, “Tidaklah mungkin bagi matahari mengejar bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Masing-masing beredar pada garis edarnya.”[2]

Begitu pula di dalam ayat lain yang artinya, “Dan tidak mungkin bagi Allah Yang Maha Pengasih memiliki anak.”[3]

Ada pun contoh di dalam hadis adalah sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “Sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla itu tidak tidur dan tidak mungkin baginya untuk tidur.”[4]

Oleh sebab itu, dari sini kita dapat menarik kesimpulan atau sebuah faedah dalam ilmu tafsir, bahwa kalimat la yanbaghi di dalam Alquran menunjukkan kemustahilan atau ketidakmungkinan. Wallahu a’lam.

__________
[1] Tafsir al-Qur’an al-Karim, surat Yasin, Muhammad bin Shalih al-Utsaimin, hal. 145
[2] QS. Yasin: 40
[3] QS. Maryam: 92
[4] HR. Muslim: 179

24 Jumadilakhir 1435 H / 24 April 2014 M
Beberapa jam sebelum seminar terpanjang 3 hari dimulai..

Penulis: Roni Nuryusmansyah, penulis buku Jika Ustaz Jadi Wasit
Artikel: kristalilmu.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *