Koreksi Hadis Wabah Corona Hilang di Bulan Mei

Terdapat sebuah hadis yang dikaitkan dengan kondisi wabah saat ini:

إذا طلع النجم ذا صباح رفعت العاهة

“Apabila bintang terbit suatu pagi maka diangkatlah penyakit.”

(HR. Ahmad dalam Musnad)

Dalam riwayat yang lain ada tambahan:

عن كل أهل بلد

“dari semua penduduk negeri.”

(HR. Thahawi dalam Syarh Musykil al Atsar, Bazzar, dan Thabrani dalam Mu’jam ash Shaghir)

Dalam riwayat yang lain:

الثريا

“Tsurayya.”

Bintang yang dimaksud adalah bintang Tsurayya. Sebagian ulama menilai bintang Tsurayya terbit di bulan Mei.

Hadis di atas adalah hadis yang lemah.

Dilemahkan oleh:

a. Syaikh Albani dalam Silsilah Dha’ifah

b. Syaikh Ahmad Syakir dalam takhrij Musnad Ahmad

Sebagian ulama menilai hadis tsb sahih, sebagaimana penilaian Arnauth dalam takhrij: Musykil al Atsar, Musnad Ahmad, Zaadul Ma’ad, dan Syarhus Sunnah

Jika hadis tsb sahih maka yang dimaksud penyakit tsb adalah hama atau penyakit yang menimpa buah-buahan.

Sebagaimana dalam riwayat:

عن الثمار

“Dari buah-buahan.”

(HR. Abu Ya’la al Khalili dalam Al Irsyad)

Begitu juga dalam beberapa hadis Musnad Ahmad, lafal ini dikaitkan dengan buah-buahan.

Oleh karena itu para ulama memasukkan hadis ini dalam pembahasan fikih muamalah larangan menjual buah-buahan yang belum matang karena mengandung gharar, artinya masih bisa dijangkiti penyakit hama yang menyebabkan buah tsb busuk dan tidak matang.

Buah biasanya matang di musim panas, dan di antara tanda masuknya musim panas adalah bintang Tsurayya atau bulan Mei.

Jadi kesimpulan hadis tsb lemah. Jika pun lemah maka yang dimaksud adalah hama penyakit buah-buahan, bukan penyakit atau wabah secara umum, tidak pula wabah Covid-19.

Karena dalam kaidah usul fikih lafal umum atau mutlak dibawa kepada lafal khusus atau muqayyad. Begitu juga jika dilihat dari asbabul wurud hadis berkaitan dengan buah-buahan.

Wallahu a’lam.

Roni Nuryusmansyah.

8 April 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *