Kita Semua Bisa Berkontribusi Untuk Agama

Kita, selalu bisa berkontribusi untuk agama.

Ada yang diberi nikmat oleh Allah berupa ilmu, maka ia mengajarkannya. Ia berdakwah, membuka pengajian, mengajar bahasa Arab, mendidik remaja, berdakwah di blog atau media sosial.

Ada yang diberi anugrah oleh Allah berupa harta, maka ia mendermakannya di jalan-Nya. Ia menjadi donatur pembangunan masjid-ponpes, mendalangi finansial pengajian, menolong mereka yang membutuhkan, memudahkan setiap jalan dakwah yang membutuhkan suntikan dana.

Ada pula yang diberi karunia oleh Allah berupa keahlian, maka ia menjual jasanya untuk meraih pahala di sisi-Nya. Ia menjadi teknisi radio-tv dakwah, desainer poster pengajian, mengurusi buletin-majalah, menjadi panitia pengajian.

Ada pula yang bisa berkontribusi hanya dengan menekan tombol ‘share’ info kajian, mendoakan agar dakwah makin menyebar, menjadi teladan (dakwah bil hal) setidaknya di kampung halaman, dan masih banyak lagi yang kita bisa persembahkan.

Maka, kita semua selalu punya kesempatan yang sama untuk mengabdi untuk agama. Ada yang belajar, menuntut ilmu agama, agar nanti bisa berdakwah menyebarkannya. Ada yang berniaga dan bercita-cita bisa membeli surga dengan pundi-pundi hartanya. Ada yang meluangkan waktunya untuk mengasah kemampuan-keahlian, bakat-minat, dalam hal-hal kebaikan agar bisa berguna untuk tegaknya agama.

Ingat, kita, selalu bisa berkontribusi untuk agama.

“Amal yang paling mulia ialah.. saat engkau mati dalam keadaan berbakti, berkhidmat, berkontibusi untuk agama ini…”
– Syekh Abu Ishaq al-Huwayni –

Roni Nuryusmansyah

Sabtu, 1 Muharam 1436 H / 25 Oktober 2014 M
Selamat datang 1436 H 🙂
Ketika teman-teman FORKISMA Palembang -jazahumullah khairal jaza- sukses mengadakan tablig akbar bertema “Bahaya Sepilis” bersama Ust. Arfan Amir Abbas dan Ust. Abdurrahman Yusak, Lc, semoga Allah menjaga mereka berdua

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *