Keutamaan Abu Bakar Ash-Shiddiq

Salah satu indikator terbesar kecintaan kita kepada manusia terbaik sepanjang masa, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam adalah besarnya rasa cinta kita terhadap para sahabatnya radhiyallahu ‘anhum jami’an. Karena mereka memiliki peran yang tak tergantikan serta aksi yang tak tertandingi dalam membantu beliau menyampaikan risalah yang agung kepada umatnya.

Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini, kami akan memaparkan keutamaan beberapa sahabat dimulai dari Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu, agar menjadikan kecintaan kita kepada mereka semakin bertambah. Karena sejak dahulu, mencintai para sahabat adalah prinsip para ulama.

Sahabat Paling Utama
Dikisahkan bahwa seorang wanita pernah mendatangi Rasulullah. Kemudian beliau memintanya agar datang di lain waktu. Wanita itu bertanya, “Bagaimana jika kelak aku tidak mendapatimu lagi?” (Maksudnya bagaimana bila beliau telah wafat?). Rasulullah menjawab, “Jika engkau tidak mendapatiku maka temuilah Abu Bakar.”[1]

Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhu mengatakan bahwa dahulu kami (para sahabat ) pada masa Rasulullah mendahulukan Abu Bakar sebagai sahabat yang paling utama.[2]

Penghuni Surga
Keutamaan yang paling menakjubkan ialah bahwa Abu Bakar merupakan salah satu di antara sekian sahabat yang semasa hidup telah memperoleh jaminan masuk ke dalam surga dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam sabdanya, “Abu Bakar di surga….”[3]

Hal ini merupakan bantahan telak terhadap Syiah Rafidhah yang mengkafirkan para sahabat termasuk di antaranya Abu Bakar dan menuduhnya merampas hak kekhalifahan Ali bin Abi Thalib.

Laki-laki yang Paling Dicintai Nabi
Amr bin al-Ash radhiyallahu ‘anhu pernah bertanya perihal manusia yang paling ia cintai kepada Rasulullah, maka beliau menjawab, “Aisyah.” Amr melanjutkan, “Dari kalangan laki-laki?” Beliau pun menjawab, “Bapaknya (yaitu Abu Bakar).”[4]

Bahkan beliau menegaskan dalam sabdanya, “Jika saja aku diperbolehkan mengambil khalil (kekasih dekat) selain Allah, maka pasti aku akan memilih Abu Bakar sebagai khalil. Akan tetapi dia adalah saudaraku dan sahabatku.”[5]

Sahabat Paling Berjasa
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda, “Sesungguhnya yang paling berjasa bagiku dalam persahabatan dan hartanya adalah Abu Bakar.”[6]

Salah satu perbuatan Abu Bakar yang menunjukkan akan hal itu adalah bahwa Abu Bakar pernah menginfakkan seluruh hartanya fii sabilillah.

Selain itu, Abu Bakar merupakan sahabat yang terlebih dahulu memeluk Islam. Abu Bakar-lah yang menjadi imam tatkala Nabi sakit. Abu Bakar pulalah khalifah pertama yang dibaiat oleh kaum Muslimin. Dan masih begitu banyak keutamaan lainnya yang ia miliki yang tidak mampu kami paparkan dalam lembaran singkat ini. Sudah selayaknya bagi setiap muslim untuk menjadikan beliau suri teladan setelah Rasulullah.

Penulis: Roni Nuryusmansyah
Editor: Najih Alfaf Syauqi
Pemuraja’ah Naskah: Ust. Suhuf Subhan, S.Pd, M.Pd
Artikel: www.kristalilmu.com

Selasa, 27 Muharram 1434 H / 11 Desember 2012 M
Di sebuah pagi yang berisik

 

*) Artikel ini pernah dimuat oleh Buletin Dakwah An-Nashihah Kampus STDI Imam Syafi’i Jember, pada hari jum’at tanggal 14 Desember 2012 M

__________
[1] HR. Bukhari dan Muslim
[2] HR. Bukhari
[3] HR. Ibnu Majah: shahih
[4] HR. Ibnu Majah: shahih
[5] HR. Bukhari dan Muslim
[6] HR. Bukhari dan Muslim

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *