Kapan Boleh Menjual Buah?

Pertanyaan: Kapan bolehnya menjual buah?

Syaikh Muhammad Shalih Al-Utsaimin –rahimahullah– menjawab,

Tidak boleh menjual buah kecuali apabila sudah terlihat matang. Hal ini berlandaskan hadis dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, bahwa..

 نَهَى النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ بَيْعِ الثِّمَارِ حَتَّى يَبْدُوَ صَلَاحُهَا

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melarang menjual buah hingga terlihat matang.[1]

Matangnya buah memiliki beberapa tanda. Jika buah kurma, maka tanda matangnya dengan menjadi merah atau kuning. Apabila buah kurma telah berwarna merah atau kuning, maka ia telah matang dan boleh dijual. Akan tetapi, jika ia belum berwarna merah atau kuning (belum matang -pent), maka tidak boleh dijual dikarenakan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melarang menjual buah hingga terlihat matang.

Hikmah dilarangnya menjual buah yang belum matang adalah apabila buah tersebut dijual sebelum matang maka ia tidak mungkin bisa dimanfaatkan saat itu pula. Si pembeli terpaksa menunggu buah itu matang. Nah, jangka waktu ini membuat buah rentan terhadap hama atau penyakit. Lantas buah tersebut tumbuh. Pertumbuhan buah ini tidak diketahui, apakah ia tumbuh dengan buruk atau dengan baik. Oleh sebab itu, jual-beli ini bersifat majhul (tidak diketahui untung-ruginya- pent). Apabila buah itu terlihat matang, maka tiba waktunya untuk dimakan dan terlepas dari hama dan penyakit. Inilah yang sesuai dengan hikmah sebagaimana pula sesuai dengan syariat.

__________
[1] Muttafaq ‘alaih. Diriwayatkan Imam Bukhari, di dalam kitab Jual Beli, bab Menjual Buah Sebelum Terlihat Matang. Demikian pula Imam Muslim di dalam kitab Jual Beli, bab Larangan Menjual Buah Sebelum Terlihat Matang Tanpa Syarat Pasti.

***

Penerjemah: Roni Nuryusmansyah
Artikel: www.kristalilmu.com

*) Diterjemahkan secara bebas dari kitab Mudzakiratul Fiqh, karya Syaikh Utsaimin, Kitab Al-Bai’, hal. 99,  Jilid kedua, Penerbit Darul Islam lin Nasyri wat Tauzi’ -Mesir-, 1428 H / 2008 M

Ahad, 21 Muharam 1435 H / 24 November 2013 M
Di kala kota Jember belum tertidur…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *