Inilah Keyakinan Yang Benar

Yahya bin ‘Aun pernah berkisah, “Aku dan Sahnun pernah menjenguk Ibnu Qushar ketika ia tengah sakit. Ia berkata, ‘Kegelisahan apa ini?’ Seseorang menjawab, ‘Itu adalah kematian dan saat-saat menghadap Allah.’ Sahnun lantas berkata kepadanya, ‘Bukankah engkau percaya dengan para rasul, adanya kebangkitan dan hisab, surga dan neraka, manusia yang paling utama dari umat ini adalah Abu Bakar, kemudian Umar, Alquran adalah kalam Allah dan bukan makhluk, Allah akan bisa dilihat kelak di hari kiamat, Dia menetap di atas Arsy, dan tidak boleh memberontak terhadap pemimpin dengan pedang meskipun mereka zalim?’ Ia menjawab, ‘Benar, demi Allah.’ Maka ia menimpali, ‘Kalau begitu meninggallah jika engkau mau. Meninggallah jika engkau mau.’ (Siyar A’lam an-Nubala’, karya adz-Dzahabi, 23/61)

Hal yang disebutkan di atas berkisar tentang benar dan selamatnya keyakinan seseorang. Dengan keyakinan yang benarlah, dunia dan agama seorang manusia akan menjadi baik. Sebaliknya, jika keyakinan itu rusak, maka rusak pulalah urusan manusia bagi agama dan dunianya. Dan tatkala ajal sudah datang untuk menjemput, maka tiada lagi kemampuan untuk beramal selain keyakinan yang benar bagi orang yang benar-benar meyakininya, baik dengan hati, lisan, dan perbuatan.

*) Diterjemahkan secara bebas dari tulisan Syekh Abdurrazzaq al-Badr –hafizhahullah– yang berjudul صلاح المعتقد dalam website resminya, al-badr.net.
30 Safar 1435 H / 2 Januari 2014 M
Ketika jeda ujian semester tujuh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *