Hari Gini Percaya Zodiak?!

Suatu hari, ketika sedang berselancar ria di dunia maya, saya menemukan artikel lucu sekaligus aneh di beranda facebook saya. Saya tidak tahu pasti judulnya apa, karena saya sangat tidak berminat terhadap isi artikel tersebut. Intinya, artikel tersebut memuat ramalan zodiak pada bulan tersebut. Segera saya komentari, “Hari gini percaya zodiak?! Hehe..” Beberapa hari kemudian, teman dunia maya yang baru saya kenal dari sebuah forum itu membalas komentar saya. Isinya kurang lebih; “Saya juga tidak tahu mengapa artikel tersebut setiap bulan muncul di wall fb saya. Hehe..” Berangkat dari sinilah, saya merasa perlu sedikit menjelaskan kebobrokan ramalan zodiak yang memang sangat laris manis di kalangan kawula muda. Semoga kita semua mampu mengambil manfaat dari tulisan sederhana ini dan mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata.

_____Prolog_____
Manusia telah menggeluti dunia ramal-meramal sejak masa prasejarah, baik berupa tanda alam maupun simbol benda-benda yang dikeramatkan. Dari masa ke masa, dunia tak pernah vakum dari ritual tersebut. Tak terkecuali pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Pada masa Beliau, para dukun dan kahin alias tukang tenun cukup populer dan digemari oleh kebanyakan masyarakat jahiliyah. Beberapa abad kemudian, dunia ramal-meramal ini semakin mendapat tempat di hati masyarakat yang katanya adalah kaum intelektual. Lucunya (siap-siap ketawa ia?), para muda-mudi dengan julukannya sebagai kaum pelajar malah getol dengan ritual dengan prinsip-prinsip ramal kuno ala zaman baheula seperti ilmu bintang ini. Dan yang tampaknya senantiasa populer hingga saat ini adalah ramal-meramal ala zodiak. Bahkan, zodiak telah sepenuhnya didukung oleh media masa. Contoh nyatanya adalah iklan ketik reg spasi zodiakmu, lalu kirim ke nomor sekian sekian yang setia menghiasi layar kaca. Bahkan di beberapa surat kabar, telah disiapkan rubrik atau kolom khusus yang memuat ramalan zodiak ini. Gubrak deh..

ASAL MUASAL ZODIAK
Di sebagian tempat di kota-kota besar, orang yang tak kenal zodiak digelari cupu, kuper, norak, kolot, dan julukan aneh lainnya yang tak pantas mereka dapatkan. Anak-anak gaul memang selalu begitu. Mereka merasa selalu wah, dan mendakwahkan ke-wah-an mereka itu. Baik dengan cara mengejek manusia yang ideologinya bertentangan dengan mereka.
Sebagian kita langsung memberi penilaian bahwa zodiak adalah dunia ramal-meramal yang diwakili oleh simbol-simbol hewan. Tak salah memang, karena istilah zodiak sekarang lebih cenderung dekat dengan dunia ramal-meramal daripada dunia ilmiah. Anehnya, tak banyak yang tahu apa itu sebenarnya zodiak. Sehingga ada yang ghuluw (berlebihan) memujinya, namun ada juga yang tak mau melihatnya dari sisi keilmuan. So?
Jika dilihat dari asal kata, istilah zodiak berasal dari bahasa latin zodiacus yang kemudian diadopsi dalam bahasa Yunani menjadi Zoodiacos Cyclos (lingkaran hewan). Seperti artinya, sebagian besar zodiak dalam kepercayaan Yunani disimbolkan dalam aneka wujud hewan seperti; Aries (kambing biri-biri), Taurus (lembu jantan), Leo (singa), Scorpio (kalajengking), dan Pisces (ikan). Simbol tersebut dianggap sebagai perwakilan dari benda-benda tata surya (planet, bulan, dan matahari) yang melingkari garis khayal bola langit, lingkaran ekleptika.
Pada perkembangan selanjutnya, zodiak juga dikaitkan dengan astrologi. Wah, apa pula itu astrologi? Astrologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara gerakan benda-benda tata surya dengan nasib yang akan dialami oleh seseorang di bumi. Sebagai contoh, seseorang yang memiliki zodiak X pada bulan Y akan bisa diketahui nasibnya melalui perhitungan zodiak. Dengan kata lain, ilmu astrologi adalah salah satu cabang dari sekian banyak ilmu peramalan yang ada di muka bumi. Hanya saja media ramalnya menggunakan ilmu perbintangan dan simbol-simbol aneh.

ANTARA ZODIAK DAN DUNIA PERAMALAN
Di abad kedua puluh sebelum masehi, awal kisah zodiak dalam dunia astrologi dimulai. Ketika itu Babylonia memberlakukan visualisasi waktu seperti dalam sistem penanggalan (12 bulan dalam 1 tahun), zodiak dibagi menjadi 12 bagian. Setiap bagian diberi tanda unik yang melambangkan suatu waktu atau karakter tertentu. Ada dua belas tanda yaitu: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, Virgo, Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces. Lambang-lambang tersebut adalah hasil kajian para ahli astronomi negeri seribu piramida, Mesir, setelah dua ribu tahun lamanya. Lamanya..
Dalam astrologi, seseorang dibagi berdasarkan rentang tanggal dan bulan tertentu menurut penanggalan matahari untuk menyandang tanda zodiak tertentu. Sebagai contoh, orang yang lahir pada awal bulan Desember maka dia dimasukkan dalam tanda zodiak Sagitarius. Atas dasar inilah, orang yang lahir pada awal bulan Desember dikatakan memiliki zodiak Sagitarius.
Anehnya, (siap-siap keheranan ia?) zodiak tidak membedakan seseorang berdasarkan tahun kelahirannya. Padahal jelas berbeda ihwalnya seseorang yang lahir pada tanggal 27 Juli 2010 dan lahir pada tanggal 27 Juli 2011. Namun, dalam perhitungan zodiak semua disamakan. Tidak ada perbedaan antara yang berusia 60 tahun dengan yang berusia 10 tahun. Oleh karenanya, peramalan zodiak akan sangat ganjil, bila dinilai dengan akal sehat. Sebab, ramalan zodiak menyamaratakan nasib semua orang hanya berdasarkan bulan kelahirannya. Bayangkan, jika miliaran umat manusia yang tersebar di seluruh penjuru bumi hanya memiliki 12 nasib?! Bayangkan, jika jutaan manusia yang lahir dari tanggal X bulan Y sampai tanggal P bulan Q memiliki nasib yang sama?! Buset dah..

TAK AKURAT!
Dalam zodiak, paling tidak ada empat unsur yang biasanya diramal; yaitu kesehatan, cinta atau perjodohan, keuangan, dan karir. Kurun waktu peramalan biasanya satu bulan atau dari tanggal X sampai tanggal Y. Dalam kurun waktu itu, seorang peramal zodiak menentukan nasib kesehatan seseorang akan seperti apa, nasib cintanya bergejolak atau datar-datar saja (jomblo gimana?), keuangannya lancar atau serat, dan karirnya menanjak atau turun (pengangguran gimana?). Tak lupa biasanya sang peramal memberikan kata-kata nasehat untuk menguatkan ramalannya. (Hm.. Ternyata jomblo dan pengangguran tidak diorangkan di dalam zodiak. Hehe..)
Secara prinsip, cara melakukan peramalan zodiak adalah menggunakan prinsip kedudukan benda-benda tata surya terhadap matahari. Oleh karena itu, seharusnya peramalan antara satu tempat dengan tempat yang lain sama karena posisi benda-benda tata surya relatif stabil. Tapi faktanya?! Sering sekali para peramal zodiak berbeda pendapat. Di majalah ABCDE satu peramal mengatakan nasib keuangan penyandang zodiak Leo sulit tapi di majalah PQRST ada peramal yang meramal nasib keuangan zodiak Leo melejit. Padahal mereka dalam satu kawasan lhooo… Kenapa bisa berbeda gitu?!
Hingga detik di mana kalian membaca artikel ini, tidak ada standarisasi hasil peramalan antar peramal zodiak. Sangat tidak mengherankan jika setiap peramal memiliki hasil berbeda untuk satu jenis zodiak tertentu karena setiap dari mereka memiliki cara tersendiri untuk menentukan hasil. Toh mereka juga tidak memiliki standar baku yang diakui oleh semua peramal zodiak dalam hal ini. Oleh karenanya, keakuratan hasil ramalan zodiak sangat disangsikan hingga sekarang. Sayang, masih saja banyak yang mempercayai zodiak sebagai sarana untuk mengetahui nasib pada masa depan. Bahkan predikat best seller untuk zodiak masih sangat melekat kuat.
Bukti tentang ketidakakuratan ramalan zodiak pernah dikaji oleh seorang doktor dari Universitas Manchester. Dr. David Voas namanya. Menurut Voas –yang melakukan kajian tentang hubungan antara zodiak dengan nasib asrama seseorang-, zodiak sama sekali tidak mempengaruhi kehidupan cinta seorang manusia. Pernyataan ini ia kuatkan dengan melakukan penelitian bersama dengan tim dari Research Fellow, Centre for Census and Survey Research. Dalam penelitian yang melibatkan 20 juta pasangan di Inggris dan Wales tersebut ditemukan fakta bahwa tidak ada bukti yang kuat jika zodiak berpengaruh pada kehidupan asrama seseorang. David juga menyampaikan bahwa banyak sekali pasangan suami istri di Inggris dan Wales yang menikah tidak sesuai dengan kecocokan ramalan zodiak.
Majalah Stren pernah pula melakukan penelitian untuk mengetahui keakuratan ramalan zodiak. Dari hasil penelitian yang dilakukan selama satu tahun, disimpulkan bahwa 3% saja ramalan yang sesuai dengan kenyataan. (97% sisanya antah-berantah kabur ke mana) Dengan kata lain, perbandingan keakuratan zodiak dengan kesalahannya adalah 1:32/33. Masih layakkah untuk dipercaya?
At least, walau cara melakukan peramalan zodiak harus didasarkan pada ilmu astrologi, ternyata tak banyak para astrolog (peramal) yang mengetahui secara baik ilmu astrologi. Menurut penelitian yang pernah dilakukan di Eropa, 70% astrolog di Eropa tidak mengetahui secara persis posisi delapan planet-planet besar. Padahal, para astrolog Eropa seringkali menjadi acuan para peramal zodiak di negeri ini. So, wahai orang-orang yang berakal sehat, mungkinkah ramalannya bisa jitu jika ilmu dasarnya saja tidak diketahui?!

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Barangsiapa yang mendatangi dukun atau tukang ramal, lalu membenarkan perkataan mereka, maka orang itu telah kufur terhadap Al-Qur’an yang telah diturunkan kepada Muhammad”. (HR. Ahmad)
Karena  Allah Ta’ala telah befirman yang artinya,
“Katakanlah, ‘Tidak ada sesuatu pun yang ada di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah”. (QS. An-Naml: 65)

10 Muharram 1433 H / 6 Desember 2011 M
Ketika benang-benang perak kemuning mentari masuk melalui ventilasi kamarku
Hari dimana Allah Ta’ala menyelamatkan Nabi Musa dari kejaran Fir’aun, simbol kekufuran

Penulis : Roni Nuryusmansyah
Artikel : kristalilmu.com

Comments

  1. Reply

    • By Roni Nuryusmansyah -admin-

      Reply

  2. By fisal

    Reply

    • By Roni Nuryusmansyah -admin-

      Reply

  3. By fisal

    Reply

    • By Roni Nuryusmansyah -admin-

      Reply

  4. Reply

    • By Roni Nuryusmansyah -admin-

      Reply

  5. By Mugniar

    Reply

    • By Roni Nuryusmansyah -admin-

      Reply

  6. By OzH

    Reply

    • By Roni Nuryusmansyah -admin-

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *