Fikih Ringkas Zakat Fitri

Definisi
Zakat secara bahasa dari kata zaka yang artinya tumbuh, berkembang, bertambah. Secara syariat zakat artinya mengeluarkan harta tertentu yang memenuhi syarat tertentu dan disalurkan kepada orang tertentu.

Fithri artinya berbuka, idul fithri artinya kembali berbuka (setelah berpuasa sebulan penuh 29/30).

Zakat fitri adalah adalah zakat/sedekah yang wajib dikeluarkan ketika atau sebelum hari raya idulfihri atau berbuka dari bulan Ramadan.

Sebagian ulama menyebutnya zakat fitrah. Fithrah artinya khilqah: penciptaan. Maksudnya zakat fitrah berkaitan dengan penciptaan yaitu badan/jiwa.

Karena memang zakat terbagi menjadi dua:

  • Zakat berkaitan dengan harta, seperti zakat mal/harta, perdagangan, ternak, dll
  • Zakat berkaitan dengan jiwa, seperti zakat fitri/fitrah

Hikmah

  1. Menyucikan shaim/orang yang berpuasa dari ucapan/perbuatan buruk, sia-sia, dan tidak bermanfaat, sebagai penampal kekurangan puasa. Waki bin Jarrah bilang zakat fitri di bulan Ramadan seperti sujud sahwi dalam salat.
  2. Memberi makan orang miskin, agar turut bahagia di hari raya, tidak memikirkan kebutuhan makanan.
    Ibnu Abbas: Nabi mewajibkan zakat fitri untuk menyucikan orang yang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan keji/buruk, dan memberikan makan orang miskin. (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah)
  3. Rasa syukur kepada Allah atas nikmat bisa menyelesaikan puasa Ramadan
  4. Persamaan antara kaum muslimin

Hukum
Ulama sepakat zakat fitri hukumnya fardu ain, wajib bagi setiap individu/person.
Ibnu Umar: Nabi mewajibkan zakat fitri sebanyak satu sha kurma, satu sha gandum, atas budak dan merdeka, lelaki dan wanita, serta anak kecil dan dewasa dari kaum muslimin. Beliau memerintahkannya dikeluarkan sebelum berangkat menuju salat hari raya. (HR. Bukhari Muslim)

Syarat Wajib

  1. Muslim
  2. Masuknya waktu wajib
  3. Mampu (memiliki kelebihan makanan pokok di luar kebutuhan dirinya dan yang ia nafkahi –anak istri- dalam sehari semalam)
    Jika ada keluarga (ayah-ibu-2 anak 2,5 kg x 4 = 10 kg) sehari semalam memerlukan beras 1 kg, maka jika hari itu mereka memiliki beras 11 kg, mereka dikatakan mampu. Jika mereka hanya memiliki beras 6 kg, maka 1 kg untuk makan, 5 kg dizakatkan. Jika mereka hanya memiliki beras hanya 1 kg, maka tidak wajib zakat.
    Budak dibayarkan oleh majikan.
    Anak dan istri dibayarkan oleh ayah/kepala rumah tangga.

    Janin?
    Ibnu Hazm: Wajib dizakatkan
    Jumhur: Tidak wajib dizakatkan. Jika sudah bernyawa/berusia empat bulan atau lebih maka disunahkan dizakatkan (perbuatan Utsman bin Affan)

Jenis Zakat Fitri
Ibnu Hazm: Hanya kurma, gandum, dan kismis (sesuai teks)
Jumhur: Makanan pokok (kurma/gandum/kismis/susu) penduduk negeri.

Uang?
Hanafiyah: Boleh
Jumhur: Tidak boleh. Sesuai kontekstual atsar Ibnu Umar, bahwa Nabi memerintahkan zakat fitri dengan makanan pokok, padahal sudah mengenal uang berupa dinar dirham. Kecuali ada hajat/keperluan mendesak. Jika menggunakan uang, k

Takaran Zakat Fitri
Satu sha/empat mud (telapak tangan Nabi/orang perawakan mu’tadil/sedang di zaman Nabi)
Konversi: 2,5 kg (sesuai aturan pemerintah/baznas), lebih aman/hati-hati 3 kg

Waktu

  • Waktu wajib: Sejak tenggelamnya matahari malam lebaran sampai salat hari raya Idulfitri.
  • Waktu afdal: Pagi hari lebaran sebelum salat hari raya.
  • Waktu diperbolehkan: Sehari, dua hari, atau tiga hari sebelum lebaran. (Atsar dari Ibnu Umar dari Nafi)
    Syafi’i memperbolehkan sejak awal Ramadan.
    Abu Hanifah memperbolehkan sejak pertengahan/15 Ramadan.
  • Waktu diharamkan: Empat hari atau lebih sebelum lebaran, atau seusai salat hari raya.
    Jika belum bayar zakat fitri ketika salat hari raya telah ditunaikan, tetap wajib dibayarkan saat itu, dan harus diiringi tobat dan istigfar.
    “Siapa yang menunaikannya sebelum salat hari raya maka itu adalah zakat yang diterima. Siapa yang menunaikannya setelah salat hari raya maka itu hanya sekadar sedekah biasa.” (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah)

Tempat:
Hukum asalnya di negerinya (hadis Nabi kepada Muadz)
Di tempat menghabiskan hari raya. Misal mudik lebaran di dusun berarti di dusun. Kecuali ada hajat/keperluan boleh di tempat/daerah lain, misalnya lebih membutuhkan.

Penerima Zakat Fitri
Jumhur: Mustahiq zakat yang delapan, yaitu fakir, miskin, amil zakat resmi (bukan takmir masjid), muallaf, budak/hamba sahaya, terlilit utang, fi sabillillah, dan ibnu sabil (yang kehabisan bekal safar)
Malikiyah: Hanya fakir dan miskin, inilah sesuai dengan hikmah disyariatkannya zakat fitri.

Zakat fitri tidak boleh diberikan kepada yang wajib dinafkahi/dalam tanggungan, seperti istri, anak-anak, dan lain-lain

 

Roni Nuryusmansyah

Di-remake/upload:
27 Ramadan 1440 H / 1 Juni 2019 M

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *