Fikih Ringkas Bejana

Pengertian Bejana
Bejana adalah wadah atau tempat air. Semua bejana boleh digunakan, kecuali yang dilarang oleh syariat.

Bejana Kulit
Bejana yang terbuat dari kulit hewan yang halal dimakan yang telah disamak boleh digunakan. Adapun bejana kulit anjing, babi, dan hewan lain yang haram dimakan maka tidak boleh digunakan karena najis, meskipun telah disamak.

Bejana Tulang
Bejana yang terbuat dari tulang hewan yang halal dimakan yang disembelih boleh digunakan. Akan tetapi bejana tulang manusia dan tulang hewan yang haram dimakan tidak boleh digunakan.

Bejana Emas Perak
Bejana yang terbuat dari emas dan perak tidak boleh digunakan baik untuk lelaki maupun perempuan, baik untuk makan minum atau selainnya. Jumhur berpendapat tidak diperbolehkan pula memilikinya meskipun tidak menggunakannya.

Adapun bersuci dengan bejana emas dan perak hukumnya sah bersucinya, akan tetapi berdosa.

Menambal bejana dengan emas atau kawat emas tidak diperbolehkan secara mutlak menurut jumhur. Adapun menambal bejana dengan perak atau kawat perak diperbolehkan dengan syarat ada hajat/kebutuhan dan tambalannya sedikit.

Bejana yang terbuat dari material berharga selain emas dan perak, seperti intan, permata, mutiara, maka boleh digunakan.

Bejana Kafir
Bejana orang kafir boleh digunakan menurut jumhur. Sebagian ulama menganjurkan untuk dicuci terlebih dahulu sebelum menggunakan bejana orang kafir.

Roni Nuryusmansyah

Ahad petang, 7 Dzulqa’dah 1441/28 Juni 2020

Comments

  1. Reply

    • By roni

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *