Ensiklopedia Tanda Kecil Kiamat

Di antara kewajiban kita dalam beriman kepada hari kiamat ialah beriman kepada tanda-tanda hari kiamat yang telah Allah Ta’ala dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kabarkan kepada kita.

Di antara tanda-tanda tersebut ada tanda-tanda yang kecil, baik yang telah terjadi, sedang terjadi, maupun akan terjadi. Ada pula tanda-tanda yang besar, yang datang secara berurutan kemudian diakhiri dengan datangnya hari kiamat.

Nah, pada kesempatan kali ini kita akan menyebutkan secara singkat satu persatu tanda-tanda kecil hari kiamat. Di antaranya:

  1. Diutus dan wafatnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Karena beliau adalah Nabi akhir zaman, Nabi terakhir. Di dalam sebuah hadis dijelaskan bahwa antara beliau diutus dan terjadinya hari kiamat bagaikan jari telunjuk dan jari tengah.
  2. Penaklukan Baitul Maqdis. Hal ini telah terjadi di tahun ke-16 H, di masa kekhilafahan Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu.
  3. Thaun Amwas, sebuah wabah penyakit yang menjangkiti binatang ternak sehingga mati mendadak. Ibnu Hajar rahimahullah mengatakan bahwa konon ini telah terjadi di masa Umar bin Khaththab pasca ditaklukkannya Baitul Maqdis.
  4. Terbelahnya bulan. Hal ini merupakan satu dari sekian banyak mukjizat Nabi. Ketika penduduk Mekah meminta mukjizat dari Rasulullah saat di Mina, bulan pun terbelah. Hal ini diabadikan di permulaan surah Al-Qamar.
  5. Melimpahnya harta sehingga tidak dibutuhkannya lagi sedekah. Dihikayatkan hal ini pernah terjadi di era pemerintahan Umar bin Abdil Aziz. Akan tetapi berbagai dalil menerangkan hal ini terjadi di akhir zaman, khususnya pada zaman Al-Mahdi dan Nabi Isa ‘alaihissalam.
  6. Api Hijaz yang menerangi leher-leher unta. Imam Nawawi rahimahullah menceritakan bahwa kisah ini pernah muncul di abad ke-7, di mana terlihat api di timur kota Madinah.
  7. Kemunculan berbagai fitnah. Diriwayatkan sumbernya berasal dari kawasan Timur, yaitu Irak, Iran, dan sekitarnya. Dari sinilah datang fitnah berupa munculnya sekte Khawarij, Syiah, Qadariyah, Jahmiyah, Mu’tazilah, dan lain sebagainya.
  8. Berhentinya Jizyah dan Kharaj. Hal ini menunjukkan di akhir zaman orang-orang kafir memiliki kekuatan sehingga tidak mau membayar jizyah dan kharaj.
  9. Munculnya orang yang mengaku Nabi. Duhai, kini di negeri kita sering kita dapati satu di antara tiga puluh Dajjal pendusta yang mengaku sebagai Nabi. Sejak era Musailamah al-Kadzdzab dan istrinya Sajjah, Aswad, Abu Ubaid ats-Tsaqafi, sampai Mirza Ghulam Ahmad yang sektenya dikenal dengan Ahmadiyah,
  10. Meluasnya keamanan. Konon hal ini terjadi di zaman Al-Mahdi dan Nabi Isa.
  11. Penenggelaman bumi, hujan batu, pengubahan rupa, dan banyaknya gempa.
  12. Banyak umat memperebutkan kaum muslimin, laksana orang-orang kelaparan yang memperebutkan hidangan di meja makan.
  13. Meluasnya perdagangan, pengucapan salam eksklusif/khusus, dan pemutusan silaturahmi.
  14. Penyepelean sunah yang dianjurkan oleh Islam dan dihiasnya masjid-masjid. Bahkan masjid dianggap sebagai jalanan. Mereka tidak salat di dalamnya, hanya berekreasi, selfie, dan semisalnya.
  15. Membesarnya bulan sabit.
  16. Banyaknya kebohongan dan kesaksian palsu.
  17. Munculnya wanita berpakaian tapi telanjang dan para algojo yang zalim.
  18. Meluasnya perzinaan. Sampai-sampai manusia terbaik ketika itu berkata kepada pasangan yang berzina di jalan, “Alangkah baiknya kalau kalian bersembunyi di balik tembok ini.”
  19. Riba merajalela. Bahkan kini namanya disamarkan menjadi Bunga.
  20. Peperangan dengan Turki dan Ajam dan banyaknya penaklukan.
  21. Banyak hujan namun sedikit tanaman.
  22. Budak wanita melahirkan tuan putrinya dan manusia berlomba meninggikan bangunan.
  23. Hilangnya amanat, naiknya kedudukan orang rendahan, dan penyerahan urusan kepada yang bukan ahlinya.
  24. Wafatnya orang-orang saleh, diangkatnya ilmu, dan merajalelanya kebodohan.
  25. Bumi mengeluarkan kekayaannya yang tersembunyi.
  26. Maraknya musik dan minuman keras, serta anggapan bahwa keduanya halal.
  27. Semakin dekatnya jarak waktu dan jarak pasar.
  28. Banyak pembunuhan.
  29. Mewabahnya kemusyrikan di tengah umat Islam.
  30. Ucapan kotor/keji dan buruknya kehidupan bertetangga.
  31. Orang tua yang bergaya muda.
  32. Banyaknya kekikiran.
  33. Banyaknya perdagangan, sampai-sampai istri ikut serta berdagang bersama suaminya.
  34. Kebenaran mimpi orang mukmin.
  35. Banyak kematian mendadak. Kini kita mengenal stroke jantung dan sebagainya.
  36. Menginginkan kematian karena beratnya penderitaan hidup. Duhai…
  37. Banyak wanita sedikit pria. Bahkan dikatakan dalam hadis satu laki-laki berbanding lima puluh perempuan.
  38. Banyaknya kesaksian palsu dan manusia tidak saling kenal.
  39. Binatang buas dan benda-benda bicara kepada manusia.
  40. Kembalinya Jazirah Arab menjadi kebun-kebun dan sungai-sungai.
  41. Banyaknya orang Romawi dan mereka memerangi umat Islam, serta ditaklukkannya Konstantinopel (lagi).
  42. Surutnya sungai Eufrat menyibakkan gunung emas.
  43. Lenyapnya Islam, Alquran, dan orang-orang yang baik.
  44. Kemunculan Qahthani. Sebagian ulama berpendapat dia adalah Jahjah.
  45. Fitnah Ahlas (lari dari peperangan), fitnah Dahma’ (mengaku ahlul bait), dan fitnah Duhaima’ (bencana yang menyelimuti manusia dengan keburukan).
  46. Peperangan dengan orang-orang Yahudi.
  47. Kehancuran Madinah.
  48. Berhembusnya angin harum yang mewafatkan orang mukmin.
  49. Penghancuran Ka’bah oleh Dzusuwaiqatain.

*) Disarikan dari buku Peristiwa Dahsyat Akhir Zaman, terjemahan dari kitab Amarat as-Sa’ah al-Atiyah, karya Said Abdul Azhim, 2004, penerbit Al-Qowam.

Palembang
Selasa petang, 24 Muharam 1438 H / 25 Oktober 2016 M | 16:43
Semoga Allah melindungi kita dari perjumpaan dengan hari kiamat…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *