Baik Sangka, Baik Amalnya

Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah pernah berkata, “Sesungguhnya orang mukmin itu berbaik sangka terhadap Tuhannya, maka ia pun memperbaiki amalnya. Dan sesungguhnya orang munafik itu berburuk sangka terhadap Tuhannya, maka ia pun memperburuk amalnya.”[1]

Bagaimana mungkin seseorang yang bermudah-mudahan dalam beragama berbaik sangka terhadap Tuhannya?
Sedangkan dari Tuhannya ia lalai..
Dari ketaatan kepada-Nya ia menjauh..
Dari rahmat dan ampunan-Nya ia berpaling..

Orang yang benar-benar berbaik sangka kepada Tuhannya adalah ia yang mengenal siapa Tuhannya dengan sifat-sifat-Nya yang begitu sempurna.. sifat keagungan-Nya.. kedermawan-Nya.. kebaikan-Nya.. keberadaan-Nya.. syukur-Nya.. kasih sayang serta ampunan-Nya..

Ia menyadari dirinya melampaui batas dan penuh kealpaan, maka ia pun berjuang mengerahkan jiwanya untuk selalu tegar dan konsisten di atas ketaatan dan baiknya amal perbuatan..

*) Diterjemahkan secara bebas dari tulisan Syekh Abdurrazzaq al-Badr –hafizhahullah- yang berjudul حسن العمل dalam website resminya, al-badr.net.

Rabu, 22 Safar 1435 H / 25 Desember 2013 M
Hari kelima di pekan tenang..
Saat matahari beranjak dari titik terendahnya..

__________
[1] Hilyah al-Auliya’, karya Abu Nu’aim : 2/144

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *