Bagaimana Seharusnya Kita Memilih Pekerjaan?

Allah Ta’ala telah menciptakan makhluk berbeda-beda dalam diri mereka, kemampuan mereka, dan dalam pekerjaan mereka, sehingga mereka dapat meluruskan hidup dan saling membantu satu sama lain. Allah Ta’ala berfirman yang artinya,

“Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Rabb-mu? Kami-lah yang menentukan penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan Kami telah meninggikan sebagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat memanfaatkan sebagian yang lain. Dan rahmat Rabb-mu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.”[1]

 

Rezeki itu berbeda-beda dari satu lingkungan dengan lingkungan lainnya. Rezeki itu pula bermacam-macam tiap individunya. Manusia saling membutuhkan satu sama lain; orang miskin membutuhkan orang kaya, dan orang kaya membutuhkan orang miskin. Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bekerjalah kalian, karena segala sesuatu dipermudah untuk apa dia diciptakan.”[2] Jika manusia seluruhnya memiliki satu macam pekerjaan serupa, maka akan hilanglah sisa-sisa kemaslahatan mereka. Akan tetapi, Allah Ta’ala menundukkan sebagian bermanfaat untuk sebagian yang lain. Hal ini terjadi karena adanya perbedaan profesi dan pekerjaan. Misalnya, seorang petani menanam padi dan makan dari hasil panennya. Begitu juga selainnya, seperti pengadon beras, guru, dokter, mereka semua makan dari hasil panen petani. Berikutnya, giliran pengadon beras yang memasakkan nasi untuk petani, para guru mengajari anak-anak mereka, dan dokter mengobati orang sakit dari keluarga mereka. Seperti itu.

 

Dahulu, kebanyakan orang mempelajari pekerjaan-pekerjaan orang tua mereka. Sehingga apabila mereka telah besar, mereka bekerja dengan pekerjaan tersebut. Oleh karena itu, kebanyakan keluarga telah terikat dengan suatu pekerjaan tertentu.

 

Adapun sekarang, semuanya telah berubah. Kebanyakan profesi dan pekerjaan terkait dengan pemerintah ataupun pabrik industri yang besar. Sehingga permasalahan pertama yang dihadapi seorang remaja adalah memilih pekerjaan yang dia sukai setelah dia menyelesaikan studinya. Dan ini merupakan keputusan yang berat dan membutuhkan pemikiran. Maka bagaimanakah seharusnya seorang remaja memilih pekerjaan?

 

Sudah semestinya, seorang remaja mengetahui di mana dia meletakkan kakinya, sebelum dia melangkah untuk memilih pekerjaan yang dapat memberikannya keuntungan. Karena itu, sudah selayaknya dia memahami karakternya dan apa yang dia miliki dari sisi kelebihan maupun kekurangan; memastikan ke arah mana dia condong; dan mengetahui apa yang dia suka dari suatu pekerjaan dan apa yang dia tidak suka. Sesungguhnya, kejujuran terhadap diri sendiri memiliki peranan penting yang banyak membantu dalam memilih pekerjaan di masa depan dan dalam meraih ketenangan untuk menuju pilihan yang terbaik. Setelah seorang remaja mengenal karakternya, dia pun seharusnya mengetahui jumlah pekerjaan yang cocok untuk dirinya. Dan perkara ini tidaklah mudah, karena mungkin saja dia tidak mendapatkan pekerjaan yang cocok dan sesuai dengan kemampuannya dan persiapannya, padahal dia mendapati begitu banyak pekerjaan yang dia inginkan.

 

Agar seorang remaja sampai pada keputusan yang tepat, dia harus berperilaku baik dan yakin bahwa dia mampu melakukan pekerjaan tersebut dengan baik melebihi pekerjaan yang lain, dan percaya bahwa pekerjaan yang lain tidak mampu dia kuasai ataupun tidak sesuai dengan kemampuannya.

 

Setiap remaja membutuhkan pekerjaan yang dia yakini bahwa pekerjaan tersebut sesuai dengan kemampuannya dan dapat memberikannya pengalaman, sehingga dia mendapatkan keahlian-keahlian dasar di bidang tersebut dan informasi khusus tentang metode bekerja yang baik. Oleh sebab itu, dia mempersiapkan dirinya untuk sebuah pekerjaan dengan persiapan yang matang.

 

Terkadang persaingan banyak terjadi di sebagian pekerjaan tanpa pekerjaan yang lain. Sehingga sebagian pekerjaan yang favorit justru memberikan gaji yang sedikit kepada para pekerjanya. Maka dari itu, seorang remaja harus memiliki ilmu tentang perihal lapangan pekerjaan tersebut. Sehingga ketika dia hendak memilih pekerjaan, dia mengetahui kelebihan dari pekerjaan tersebut yang sebenarnya. Seorang remaja yang mengetahui karakteristik dirinya dan mengetahui berbagai macam pekerjaan, ia akan mampu memilih pekerjaan yang sesuai untuk dirinya dan lebih dekat kepada kebenaran.

 

Terakhir, hendaknya setiap pemuda mengetahui bahwa sifat kepribadiannya akan tumbuh dan terkadang dia kerap bersikap labil dan jiwanya kerap mudah berubah. Perubahan jiwa tersebut mengikuti pengalaman baru yang dia dapatkan dari pekerjaannya, wawasan yang dia raih, atau pergaulan dengan manusia yang tidak dia kenal sebelumnya. Dan merupakan suatu kebaikan untuk seorang pelajar di pertengahan pembelajarannya jika dia memfokuskan diri untuk belajar dan meraih berbagai pencapaian sebelum dia beranjak menuju tingkat di mana dia mesti memilih pekerjaan dan sebelum dia meletakkan dirinya dalam langkah-langkah menuju pribadi yang baik. Berikanlah dia kesempatan untuk berubah dan berperilaku baik sesuai dengan apa yang dia amalkan dari pengalaman dan ilmunya.

 

Malam, 6 Syawwal 1432 H / 5 September 2011 M (rev:011132/290911)

Ketika sabit bulan membelah gulita malam..

 

Judul Asli            : Kaifa Nahktaru Mihnataka?

Penerjemah       : Roni Nuryusmansyah al-Falimbany

Dialihbahasakan secara bebas dari Kitab Arabiyah Baina Yadaik Jilid 2

 

_______________

[1] QS. Az-Zukhruf: 32

[2] HR. Bukhari dan Muslim

Comments

  1. Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *