Apakah Anak Kecil Juga Ditanya Malaikat di Alam Kubur?

Dalam masalah apakah anak kecil, atau orang gila, yang mana dikatakan sebagai orang yang bukan mukalaf atau tidak dibebani syariat juga ditanya oleh malaikat Munkar dan Nakir di dalam kubur, ulama berbeda pendapat.

Pendapat pertama:
Mereka tidak ditanya di alam kubur. Ini adalah pendapat Al-Qadhi dan Ibnu ‘Aqil[1].

Dalil mereka bahwa ujian hanyalah ditujukan kepada orang yang dibebani syariat atau mukalaf.

Mereka mengatakan bahwa pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir hanya dilontarkan kepada ia yang mengetahui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: apakah ia beriman dengannya atau tidak? Jika orang yang tidak bisa membedakan baik dan buruk, atau dalam kata lain belum tamyiz, maka bagaimana mungkin ditanyakan kepadanya, “Siapa Nabimu?”[2]

Pendapat kedua:
Mereka tetap ditanya di dalam kubur. Inilah pendapat mayoritas ulama ahlusunah.[3]

Hujah mereka, anak kecil pun tetap disyariatkan untuk disalatkan dan didoakan.

Mereka mengatakan bahwa Allah akan mengilhamkan kepada mereka jawaban dari apa yang ditanyakan.

Pendapat yang paling kuat:
Mereka tetap ditanya di alam kubur berdasarkan keumuman hadis-hadis yang menerangkan bahwa setiap mayat akan ditanya oleh Munkar dan Naikir dalam kubur mereka.

Selain itu juga terdapat atsarآ dengan sanad yang sahih dari Abu Hurairahآ radhiyallahu ‘anhu. Said bin Musayyib rahimahullah bercerita bahwa ia mendengar Abu Hurairah berdoa untuk bayi yang dilahirkan tanpa melakukan dosa sedikit pun, “Ya Allah, lindungilah ia dari azab kubur.”[4]

Di dalam riwayat lain, Said bin Musayyib juga pernah berkisah bahwa ia pernah salat di belakang Abu Hurairah untuk menyalati jenazah anak kecil yang belum pernah berbuat kesalahan. Lantas ia mendengar Abu Hurairah berdoa, “Ya Allah, jagalah ia dari azab kubur.”[5]

__________
[1] Lihatآ Majmu’ al-Fatawaآ (4/257)
[2] Lihatآ ar-Ruh, hal. 238
[3] Lihatآ Majmu’ al-Fatawaآ (4/280)
[4] Diriwayatkan oleh Abdullah di dalamآ as-Sunnahآ (2/596)
[5] Diriwayatkan oleh Malik di dalamآ al-Muwaththa’, bab apa yang dibaca orang yang salat jenazah (1/401), dari Yahya bin Said, ia berkata, “Aku mendengar Said mengatakan demikian.”

*) Disarikan dari kitab Al-Iman bi Ma Ba’da al-Maut, karya Syekh Ahmad bin Muhammad bin ash-Shadiq an-Najjar, hal. 41-42

Palembang, Venice of The East
Sabtu, 16 Jumadilawal 1436 H / 7 Maret 2015 M | 06:00
Duhai hati, jenuhlah…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *