Akhlak Penuntut Ilmu: Mendoakan Guru

Di antara akhlak penuntut ilmu yang dewasa ini kerap terlupakan adalah mendoakan guru yang telah mengajarkannya ilmu.

Darinya ia mengenal huruf hijaiyah: alif, ba, ta.
Darinya ia mengenal bahasa Arab: hadza kitaabun.
Darinya ia mengenal tata cara wudu dan salat Nabi.
Darinya ia belajar banyak hal.

Mereka, para guru-guru kita, adalah manusia yang paling berjasa dalam hidup kita. Ialah yang menjadi perantara, menyelamatkan kita dari kejahilan kepada ilmu, dari keburukan menuju kebaikan. Ia menjadi perantara kita mengecap manisnya hidayah yang tak ternilai harganya. Ia menjadi wasilah yang menumbuhkan rasa cinta di hati kita terhadap sunah.

Maka, basahi lisan kita dengan doa kebaikan untuknya.

Makki bin Ibrahim rahimahullah pernah mengisahkan,

كنت أتجر
“Dahulu aku seorang pedagang…

فقال لي الإمام: التجارة بلا علم ربما تورث فساد المعاملة
Lantas suatu ketika Imam Abu Hanifah menasihatiku, “Berdagang tanpa ilmu bisa menyebabkan rusaknya muamalat…”

فما زال بي حتى تعلمت
Dia senantiasa tulus menasihatiku hingga aku akhirnya mau belajar…

فما زلت كلما ذكرته وذكرت كلامه وصليت أدعو له بالخير
Maka tiap kali aku teringat kepada beliau, tiap kali aku teringat ucapan beliau, dan juga tiap kali aku salat, aku selalu mendoakan kebaikan untuk beliau…

لأنه فتح عليَّ ببركته أبواب العلم
Karena beliaulah yang membukakan untukku keberkahan pintu-pintu ilmu…”
(Al-Mudarris wa Maharat at-Taujih – Muhammad bin Abdillah ad-Duwaisy, hal. 9)

Ada pula kisah Imam Ahmad yang mendoakan Imam Syafi’i, dan masih banyak kisah serupa, tentang akhlak ulama salaf yang senantiasa mendoakan gurunya.

Untukmu, guruku..
Aku begitu merindukan senyummu..
Rindu nasihat dan wejangan tulus dari lisanmu..
Rindu duduk di majelis kala menimba ilmu darimu..

Semoga lisanku senantiasa menyematkan namamu di dalam tiap untaian doaku..
Atas kebaikanmu yang selalu terkucur tak pernah jemu..
Atas jasa-jasa muliamu yang membalasnya aku tak mampu..
Sungguh, sebuah kenikmatan agung adalah ketika Allah mempertemukanku denganmu..
Maaf, hanya doa kebaikan yang bisa aku berikan untukmu, wahai guruku..

Semoga Allah menerima segala kebaikanmu, meninggikan derajatmu di dunia dan akhirat, mengampuni kesalahanmu, membalas seluruh kebaikanmu dengan sebaik-baik balasan..

Semoga Allah mempertemukan kita suatu saat nanti di dunia, sebelum di akhirat sana, di surga-Nya, amin..

290136
221114

Penulis: Roni Nuryusmansyah
Artikel: kristalilmu.com

Disempurnakan:
Malam telur puyuh
Selasa, 10 Safar 1436 H / 2 Desember 2014 M

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *