Abu Bakar Memuliakan Ahlulbait

Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu, dari Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu secara mauquf, bahwa dia pernah berkata, “Muliakanlah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dengan memuliakan ahlulbait beliau.” (HR. Bukhari)

Hadis ini terdapat di dalam kitab Shahih Bukhari 7/78 – Fath.

***

Mutiara Hadis

  • Sudah seharusnya kita selaku umat muslim untuk menaruh perhatian yang lebih dalam mengagungkan, memuliakan, serta mencintai ahlulbait Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Dan di antara ahlulbait Nabi adalah istri-istri beliau, ummahatul mukminin. Hal ini berdasarkan firman Allah Ta’ala ketika berbicara tentang istri-istri Nabi yang artinya, “Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa kalian, wahai ahlulbait, dan menyucikan kalian sesuci-sucinya..” (QS. Al-Ahzab: 33)
    Di antara ahlulbait lainnya adalah orang-orang yang beriman dari kerabat Nabi, yang berasal dari keluarga Ali, keluarga Uqail, keluarga Ja’far, dan keluarga ‘Abbas. Merekalah manusia yang dilarang memakan harta sedekah.
  • Sahabat radhiyallahu ‘anhum begitu mengenal dan mengetahui hak-hak ahlulbait Nabi. Terutama Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu ‘anhuma. Lihatlah bagaimana di dalam hadis ini, Abu Bakar begitu mencintai ahlulbait dengan memerintahkan para sahabat dan selainnya untuk memuliakan ahlulbait, keluarga kekasihnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
  • Ahlulbait memiliki hak yang lebih banyak dibandingkan orang-orang mukmin pada umumnya. Oleh sebab itu, janganlah menzalimi mereka, memusuhi mereka, dan berbuat buruk kepada mereka. Jika keluarga Nabi mendapat keutamaan yang mulia, lantas bagaimana dengan Rasulullah? Tentu hak beliau lebih utama untuk ditunaikan..
  • Kemuliaan ahlulbait tidaklah menjadikan mereka maksum, terlepas dari dosa dan kesalahan. Akan tetapi, hendaklah kita tidak mengultuskan mereka dengan mengatakan perkataan mereka adalah wahyu, dan anggapan batil lainnya. Sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang umatnya untuk mengultuskannya, begitu pula kita dilarang mengultuskan keluarganya.

***

Daftar Pustaka:
Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin. Syarh Riyadh ash-Shalihin. Maktabah Syamilah.
Salim bin Ied Al-Hilali. Bahjah an-Nazhirin Syarh Riyadh ash-Shalihin (Jilid ke-1, cetakan ke-2). Damam – Arab Saudi: Dar Ibn al-Jauzi.

Penulis: Roni Nuryusmansyah
Artikel: www.kristalilmu.com

Sabtu, 6 Muharam 1435 H / 9 November 2013
Malam minggu pertama di tahun 1435..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *