9 Kiat Menjadi Kunci Pembuka Kebaikan

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda,
“Sesungguhnya di antara manusia ada yang menjadi kunci-kunci pembuka kebaikan dan penutup kejahatan. Dan di antara manusia pula ada yang menjadi kunci pembuka keburukan dan penutup kebaikan. Maka beruntunglah bagi orang yang Allah jadikan sebagai kunci-kunci pembuka kebaikan melalui tangannya, dan celakalah bagi orang yang Allah jadikan sebagai kunci-kunci pembuka kejahatan melalui tangannya.”[1]

Dan siapa yang menginginkan dirinya termasuk di antara kunci-kunci pembuka kebaikan, penutup keburukan, serta orang yang beruntung tersebut, maka hendaklah ia merealisasikan kiat-kiat berikut ini:

[1] Ikhlas kepada Allah Ta’ala semata, baik di dalam perkataan maupun perbuatan. Karena sejatinya, ikhlas adalah pondasi segala kebaikan dan mata air segala keutamaan;

[2] Berdoa dan memohon taufik kepada Allah Ta’ala. Karena sesungguhnya doa adalah kunci pembuka segala pintu kebaikan. Allah Ta’ala tidak akan menolak doa seorang hamba yang meminta kepada-Nya, dan tidak pula menyia-nyiakan orang mukmin yang menyeru kepada-Nya;

[3] Bersemangat dalam menuntut ilmu serta meraihnya. Karena hakikatnya ilmu itu menyeru berbagai keutamaan dan kemuliaan, serta mengusir kehinaan dan malapetaka;

[4] Konsisten di atas ibadah kepada Allah, terutama perkara yang wajib, khususnya salat. Karena salat mencegah dari hal-hal keji lagi mungkar;

[5] Menghiasi diri dengan akhlak yang mulia lagi terpuji, serta menjauhi diri dari akhlak yang buruk lagi tercela;

[6] Bergaul dengan teman-teman yang baik dan berkumpul dengan orang-orang yang saleh. Hal itu dikarenakan majelis mereka dinaungi oleh malaikat dan diselimuti rahmat. Serta menghindari berkumpul dengan teman-teman yang buruk dan ahli maksiat. Hal itu disebabkan majelis tersebut adalah tempat di mana setan-setan singgah;

[7] Memberi nasehat kepada orang lain ketika membaur dan bergaul dengan mereka, dengan cara menyibukkan mereka di dalam kebaikan dan memalingkan mereka dari keburukan;

[8] Mengingat akhirat dan saat-saat perjumpaan dengan Rabb semesta alam. Kala itu orang yang berbuat baik akan dibalas karena kebaikannya dan orang yang berbuat buruk akan dibalas karena keburukannya pula.
“Barangsiapa yang melakukan kebaikan meski sebesar atom, maka ia pasti akan melihat balasannya. Dan barangsiapa yang melakukan kejahatan meski sebesar atom, maka ia pasti juga akan melihat balasannya.”
(QS. Al-Zalzalah: 7-8);

[9] Dan pilar dari segala hal tersebut adalah kecintaan seorang hamba terhadap kebaikan dan memberikan manfaat kepada orang lain. Ketika kecintaan seorang hamba itu berdiri tegak, niatnya yang tajam, tekadnya yang kokoh, dan memohon pertolongan Allah Ta’ala, serta mendatangi segala pintu-pintunya, maka atas izin Allah Ta’ala, maka ia akan menjadi kunci pembuka kebaikan dan penutup keburukan.

والله يتولى عباده بتوفيقه ويفتح على من يشاء بالحق وهو خير الفاتحين

 

*) Diterjemahkan oleh Roni Nuryusmansyah secara bebas dari artikel berjudul Kun Miftahan lil Khair, karya Syaikh Abdurrazzaq bin Abdil Muhsin Al-Badr, di situs resmi beliau al-badr.net.

Sabtu, 26 Rabi’ul Ahir 1434 H / 9 Maret 2013 M
Ketika tengah bad mood untuk mengerjakan tugas kuliah yang deadline-nya sudah di ujung tanduk, hadeuh..

** semoga Allah membalas kebaikan Ustadz Dr. Muhammad Nur Ihsan, MA -hafizhahullah- yang telah mengangkat tema ini sebagai materi dalam khutbah Jum’at di masjid kampus kemarin siang, sehingga kami mendapat faedah yang sangat berharga atas penjelasan-penjelasan beliau terhadap kiat-kiat menjadi kunci pembuka kebaikan di atas satu persatu.

Dan semoga Allah menjadikan kita semua kunci-kunci pembuka kebaikan dan penutup pintu-pintu keburukan.

__________
[1] HR. Ibnu Majah (237), dinilai hasan oleh Syaikh Albani rahimahullah di dalam kitabnya, Shahih Sunan Ibnu Majah (194).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *